CEO YG Entertaiment Yang Hyun Suk Diduga Lakukan Penggelapan Pajak

Lanny Kusumastuti06 Mar 2019, 17:24 WIB
Ini 5 Tokoh yang Punya Saham Terbesar di Industri Hiburan Korea

Fimela.com, Jakarta Yang Hyun Suk, CEO YG Entertaiment diduga terlibat penggelapan pajak dari sebuah klub yang dikelolanya bersama saudaranya Yang Min Suk. Club itu sendiri bernama Love Signal, yang sebelumnya dianggap milik Seungri BIGBANG.

Melansir laman Soompi, hal tersebut dilaporkan oleh Kukinews, di mana klub Love Singnal yang berada di wilayah Seogyo di Mapo, Seoul adalah klub yang berada di bawah pengelolaan Club X yang dimiliki perusahaan "A" di mana Yang Hyun Suk memiliki 70 persen sahamnya dan Yang Min Suk memegang 30 persen saham perusahaan tersebut.

Yang Hyun Suk
Yang Hyun Suk, founder YG Entertainment dicurigai lakukan penggelapan pajak. (Foto: kpopmap.com)

Terkait kasus penggelapan pajaknya, Love Signal ternyata terdaftar sebagai restoran biasa, padahal kenyataannya klub ini adalah tempat hiburan dewasa menurut hukum Distrik Mapo.

Dalam peraturan baru yang ditetapkan pada tahun 2015, Distrik Mapo menerapkan peraturan tentang restoran reguler yang memungkinkan para tamu untuk menari. Namun para tamu hanya bisa menari di area antara meja dan kursi.

Peraturan itu sendiri dibuat sebagai salah satu upaya untuk membantu klub di daerah Hongdae berkembang, dan mereka tetap bisa mendaftarkan tempat bisnisnya sebagai restoran biasa. Namun pada Desember 2018 ditemukan pelanggaran dari 43 restoran terkait peraturan tersebut dan salah satunya adalah Love Signal.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa Love Signal ternyata memiliki panggung sebagai tempat menari para tamu. Selain itu, panggung tersebut juga memiliki beberapa tiang yang terpasang dan sudah dikonfirmasi jika panggung tersebut memang digunakan untuk para tamu bernari.

Pendaftaran Love Signal sebagai restoran reguler pun kemudian dianggap sebagai upaya pelanggaran hukum, di mana seharusnya tak ada panggung dalam jenis usaha tersebut. Jika restoran reguler hanya diharuskan membayar pajak pernambahan nilai sebanyak 10 persen, tempat hiburan dewasa justru harus membayar tambahan pajak konsumsi sebanyak 10 persen dan 3 persen untuk pajak pendidikan.

Tanggapan Perusahaan

yang_hyun_suk_130305.jpg
Yang Hyun Suk

Terkait kasus tersebut pihak perusahaan "A" mengatakan mereka tak memliki apapun untuk disampaikan, "Kami tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan dari pihak kami. Jika Kantor Distrik Mapo mengatakan itu ilegal, maka itu ilegal. Hubungi Kantor Distrik Mapo dan konfirmasikan fakta-faktanya," katanya.

Sedangkan pihak YG erntertaiment belum bisa memeberikan pernyataan pasti terkait masalah yang menyeret nama CEO mereka.

Lanjutkan Membaca ↓