Reisa Broto Asmoro Bicara Mainan 'Terlarang' untuk Anak dan Tips Menangani

Anto Karibo09 Apr 2019, 21:24 WIB
Eksklusif Reisa Broto Asmoro

Fimela.com, Jakarta Kala anak sudah dalam masa tumbuh kembang, mereka pun akan melakukan beragam eksplorasi. Seperti anak Reisa Broto Asmoro yang mengaku kalau anaknya sudah mulai memegang apapun yang ada di dalam rumah, tak terkecuali yang berbahaya.

"Orang tua pasti pernah mengalami masa di mana anaknya lebih tertarik untuk 'memainkan yang bukan mainannya, seperti colokan listrik, tab dispenser, saklar lampu, keranjang, telepon rumah, dan lainnya," ujar Reisa di laman Instagramnya, reisabrotoasmoro baru-baru ini.

Sebagai orangtua, ketika anak akan melakukan sesuatu yang bisa membahayakannya tentu langsung bereaksi cepat. "Biasanya langsung diteriakin 'Jangannnnn' sambil anaknya diangkat hahaha ya iyalah refleks supaya nggak kesetrum, nggak kebasahan, dll," lanjutnya.

Reisa Broto Asmoro
Reisa Broto Asmoro dan anaknya (Instagram/reisabrotoasmoro)

Bukan salah anak, karena ketika mereka mulai mengenal benda-benda di sekitarnya, mereka juga belum mengerti efek bahaya dari hal-hal yang menarik penglihatannya. Sebuah hal yang wajar bahkan memiliki keterkaitan dengan kecerdasan anak.

"Kenapa sih anak ada ketertarikkan ke barang- barang itu? Nah biasanya anak-anak tu belum beneran bisa membedakan mana yang 'mainan beneran', mana yang 'bukan mainan'. Terkadang hanya karena kebetulan ada benda tersebut di depan matanya, trus tertarik deh untuk dimainin," imbuhnya.

"Cerdas malah anak-anak yang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan suka bereksplorasi seperti itu. Namanya juga menemukan sesuatu yang baru, pasti akan penasaran dan ingin mencoba dan ingin berinteraksi apalagi kalau dibikin penasaran dengan teriakkan 'jangannn' tanpa penjelasan itu," tutur Reisa Broto Asmoro.

Lebih Senang

Eksklusif Reisa Broto Asmoro
Bagi Reisa Broto Asmoro keberhasilan seorang ibu adalah saat anaknya sehat dan bahagia. (Fotografer: Daniel Kampua, Digital Imaging: M. Iqbal Nurfajri/Fimela.com)

Anak yang senang melakukan eksplorasi merupakan sinyal bahwa otaknya berkembang dengan baik. Itulah kenapa Reisa senang ketika anak mulai menunjukkan ketertarikannya dengan semua hal di sekelilingnya.

"Wah kalau saya sih justru senang saat anak-anak mulai menunjukkan ketertarikannya dengan banyak hal itu yang artinya itulah saat yang tepat untuk menstimulasi mereka," ucap Reisa.

Tugas orangtua hanya menjamin anak bermain dengan aman dan membahayakan. "That’s why I love this @beezyboard so much. Ide yang cemerlang banget menurut saya untuk menaruh barang-barang yang biasanya nggak boleh dimainin anak-anak itu pada papan yang membuatnya jadi aman," katanya.

"Seperti Yoda yang selama ini selalu penasaran sama colokkan listrik dan kabel sekarang seneng banget karena bisa dipegang, dimainin dengan aman, sambil belajar colokkin kabel (instead of his fingers). Yang pasti namanya juga anak-anak yaaa, harus selalu diawasi oleh orang dewasa ya selama memainkan apapun," tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓