Libatkan Adera, Ebiet G Ade Beri Sentuhan Baru di Lagu Untuk Kita Renungkan

Nizar Zulmi10 Apr 2019, 10:30 WIB
Adera

Fimela.com, Jakarta Ebiet G Ade dikenal sebagai musikus dengan suara khas dan lagu-lagunya yang sarat makna. Berbagai karya telah berhasil Ebiet ciptakan mulai dari lagu tentang percintaan, keluarga, religi, hingga menggugah kesadaran di balik bencana. Setiap karyanya pun selalu sukses menyentuh hati para pendengarnya.

Salah satu lagu Ebiet G Ade berjudul “Untuk Kita Renungkan”, merupakan karya Ebiet yang sukses di pasaran. Lagu tersebut ditulis Ebiet setelah bencana Gunung Galunggung yang terjadi pada 1982. Melalui lagu tersebut, Ebiet menyerukan pesan untuk merenung dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Adera
Adera dan Ebiet G.Ade bawakan lagu lama "Untuk Kita Renungkan" (dok Musica Studios)

Untuk mengingatkan kembali lagu tersebut sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda, Musica Studios merilis kembali lagu “Untuk Kita Renungkan”. Berbeda dengan lagu sebelumnya, kali ini Ebiet mengajak sang putra yaitu Adera, untuk berkolaborasi memberikan nuansa baru.

Selain itu, dirilisnya kembali lagu “Untuk Kita Renungkan” juga menjadi salah satu cara Ebiet G Ade menunjukkan rasa cintanya terhadap tanah air Indonesia. Ebiet juga berharap lagu “Untuk Kita Renungkan” ini bisa menjadi angin segar yang mempersatukan rakyat Indonesia ditengah situasi perbedaan pandangan politik. Ia pun mengajak seluruh pendengarnya untuk menebarkan kedamaian dengan hashtag #UNTUKNKRIDAMAI.

Hindari Pertikaian

Adera
Adera dan ayahanda, Ebiet G.Ade bawakan lagu lama "Untuk Kita Renungkan" (dok Musica Studios)

“Indonesia haruslah menjadi negeri yang damai, aman dalam kesatuan yang utuh. Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang sujud dan patuh, berusahalah untuk selalu berhati bersih, menghindari pertikaian, dan membuang perilaku nista”, kata Ebiet G Ade dalam press release yang diterima Fimela.com.

Lagu “Untuk Kita Renungkan” kolaborasi Ebiet G Ade dengan Adera ini sudah bisa dinikmati di seluruh digital music platform pada 5 April 2019.

Stop Kekerasan untuk Perempuan

Lanjutkan Membaca ↓