Film Hotel Mumbai,Tragedi Kemanusiaan yang Mendebarkan dan Mengharu Biru

Puput Puji Lestari10 Apr 2019, 17:45 WIB
Poster film Hotel Mumbai (Arclight Films)

Fimela.com, Jakarta Film Hotel Mumbai mengangkat serangan teroris yang terjadi di Mumbai, India, pada 2008. Sedikitnya 166 orang meninggal dalam tragedi tersebut. Film Hotel Mumbai sendiri dibuat berdasarkan dokumenter Surviving Mumbai.

Hotel Mumbai berfokus pada ketegangan yang terjadi saat para tamu dan karyawan hotel berusaha meloloskan diri dari para teroris. Hotel Mumbai mengambil perspektif beberapa pihak yang terlibat di tragedi tersebut, seperti karyawan hotel, wisatawan dan pelaku teror.

 

Hotel Mumbai (Arclight Films)
Hotel Mumbai (Arclight Films)

Dari pihak hotel, ada Arjun (Dev Patel) seorang ayah dan suami yang bekerja di hotel Taj Mahal Palace sebagai pelayan dan kepala chef Hemant Oberoi (Anupam Kher).

Sementara dari sisi wisatawan, di antaranya ada David (Armie Hammer) dan istrinya yang orang lokal, Zahra (Nazanin Boniadi) serta Vasili (Jason Isaacs). Ada pula sekelompok teroris, di antaranya ada Imran (Amandeep Singh) dan Abdullah (Suhail Nayyar).

The Taj adalah salah satu target penembakan di Mumbai yang dilakukan oleh 10 anggota kelompok teroris, Lashkar-e-Taiba, yang berbasis di Pakistan. Tragedi dalam Hotel Mumbai dikisahkan dengan adegan dan dialog yang merepresentasikan ketakutan serta prasangka-prasangka manusia yang muncul di tengah kondisi yang mencekam.

 

Mendebarkan

Hotel Mumbai (Arclight Films)
Hotel Mumbai (Arclight Films)

Upaya untuk bebas dari teror dari pengunjung dan pihak hotel menghadirkan ketegangan. Setiap upaya terasa mendebarkan. Apalagi ditambah dengan keterlibatan emosi keluarga membuat film ini mengharu biru.

 

Mengharukan

Hotel Mumbai (Arclight Films)
Hotel Mumbai (Arclight Films)

Rasa haru sudah dibangun dari awal film Hotel Mumbai. Misalnya adegan seorang tamu hotel menuduh Zahra salah satu dari teroris karena menelepon ibunya dalam bahasa India. Tamu itu mengakuk takut pada jenggot dan turban yang dikenakannya.

"Saya nggak pernah melepaskan tutup kepala ini saat ke luar rumah karena akan membawa malu bagi keluarga saya. Tetapi karena Anda adalah tamu saya, kalau Anda ingin saya melepas ini, akan saya lakukan. Itukah yang Anda inginkan?" tuturnya setelah ia menunjukkan potret keluarga kecilnya di rumah.

Lanjutkan Membaca ↓