Kelegendaan Mus Mulyadi Sebagai Maestro Keroncong Indonesia

Nizar Zulmi11 Apr 2019, 13:08 WIB
Mus Mulyadi

Fimela.com, Jakarta Konsistensi membuat seorang musisi layak menyandang gelar legendaris. Salah satunya adalah Mus Mulyadi, maestro musik keroncong yang baru saja mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, 11 April 2019.

Semasa hidup, almarhum mencatatkan rekam jejak yang panjang sebagai seorang musikus. Mus Mulyadi yang meninggal dunia di usia 73 tahun menelurkan sederet karya, baik dalam grup musik maupun solo karier.

[Bintang] Mus Mulyadi
Mus Mulyadi (via madrotter-treasure-hunt.blogspot.com)

Berbeda dari sang adik, Mus Mujiono yang menekuni musik jazz, Mus Mulyadi setia menyanding keroncong. Sebelum Favourite's Group, Mus Mulyadi juga sempat mendirikan band bersama rekan-rekannya. Sebut saka Irama Puspita, Dara Puspita, dan Arista Birawa.

Mantan personel Favourite's Group ini juga dijuluki para penikmat musik sebagai Buaya Keroncong saat kali pertama memutuskan bernyanyi solo. Beberapa lagu hits yang melekat pada diri Mus Mulyadi di antaranya "Dinda Bestari", "Telomoyo", "Kota Solo", hingga "Jembatan Merah". 

Kecintaan Bermusik

Mus Mulyadi
Mus Mulyadi (Facebook: Mus Mulyadi)

Selain keroncong, Mus Mulyadi juga sempat merilis lagu-lagu dangdut yang cukup booming pada masanya. Kecintaannya terhadap musik masih bertahan hingga usia senja.

Mus Mulyadi masih menggeluti dunia musik meski raga telah melemah. Perlahan aktiviitasnya mulai berkurang dengan menurunnya energi dan beberapa gangguan kesehatan. Setelah bergelut dengan diabetes, sang legenda berpulang, tapi tidak dengan karya-karyanya.

Lanjutkan Membaca ↓