Ini Penyebab Anak Asri Welas Lahir Prematur

Rivan Yuristiawan22 Apr 2019, 08:24 WIB
[Fimela] Asri Welas

Fimela.com, Jakarta Asri Welas sudah melahirkan anak ketiganya pada Senin (15/4/2019). Tanggal tersebut jauh lebih cepat dari prediksi dokter yang sebelumnya memperkirakan akan memulai persalinan pada akhir April mendatang. Anak ketiga Asri Welas itu pun lahir secara prematur dengan berat badan kurang dari 2 kg.

Tentu ada alasan tersendiri mengapa Asri Welas memutuskan menjalani persalinan lebih cepat dari perkiraan. Menurutnya, air ketuban dalam kandungan Asri Welas sudah berkurang sehingga harus segela dilakukan tindakan medis.

[Fimela] Asri Welas
(Muhammad Akrom Sukarya/KapanLagi.com)

"Dua minggu yang lalu saya diare. Kemudian diberikan obat, karena saya posisinya di puncak waktu itu, tapi sudah mendingan, saya konsultasi ke dokter kenapa kok saya lemas, diarenya sampai air yang keluar, lumayan mengerikan karena kalau ke kamar mandi bisa lima kali bolak balik. Malamnya ada timdakan dikasih obat kemudian berkurang jadi saya merasa nggak kenapa-kenapa, tapi tetap saya periksa. Kemudian dokter bilang ini yang kemarin Asri yang diare, sehingga yang tadinya ketubannya 10, jadi cuma punya 6. Jadi hampir 50 persen air ketuban Asri hilang," ujar Asri Welas saat konferensi pers di Rumah Sakit Bunda, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Lantaran air ketubannya yang berkurang, berakibat pula pada asupan makanan sang jabang bayi.

[Fimela] Asri Welas
(Muhammad Akrom Sukarya/KapanLagi.com)

"Air ketuban tuh fungsinya suplai makanan. Ternyata kita hari jumat periksa lagi, harus masuk (rumah sakit) karena suplai makananya cuma bisa ke otak, nggak bisa ke badan," lanjutnya.

Tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan pada anak ketiganya, tindakan operasi caesar pun dilakukan pada Senin (15/4/2019). Alhasil, Renzo Gibrar Ridha Raharja, nama anak ketiganya lahir dengan bobot 1940 gram.

"Karena suplai makannya cuma bisa ke otak ya nggak bisa ke badan. Itu nanti bisa berhenti suplainya kalau berhenti kan bayinya nggak bisa ketolong ya akhirnya diputuskan (persalinan)," pungkas Asri Welas.