Cara Berbisnis Ramah Lingkungan Ala Ayudia Bing Slamet

Rivan Yuristiawan25 Apr 2019, 10:24 WIB
[Bintang] Ayudia Bing Slamet dan Ditto

Fimela.com, Jakarta Coffee shop memang sudah menjadi tempat favorit untuk para kaum muda menghabiskan waktu luang. Maraknya kedai kopi di Jakarta pun tak menyurutkan pasangan Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion untuk membuka bisnis serupa. Yang berbeda, dalam bisnisnya tersebut, mereka juga mengusung kampanye ramah lingkungan.

Dalam pembukaan kedai kopinya, Stuja Coffee di kawasan Cipete, Sabtu (20/4/2019), Ayudia Bing Slamet mengatakan jika coffee shop miliknya meminimalisir penggunaan plastik. Jikapun ada yang berbahan plastik, nyatanya itu terbuat dari barang-barang yang mudah di daur ulang.

[Bintang] Ayudia Bing Slamet - Ditto
Ayudia Bing Slamet dan Ditto. (Nurwahyunan/bintang.com)

"Kita mau memulai bisnis ini karena sayang sama lingkungan, makanya kita selalu bilang bahwa kalau minum di Stuja Coffee itu kita upayakan ramah lingkungan. Karena botolnya botol kaca, jadi bisa dipakai lagi. Dan plastiknya pun plastik-plastik yang bisa didaur ulang kembali," ujar Ayudia Bing Slamet.

Pemilihan konsep anti plastik di bisnisnya pun didasari dengan rasa tanggung jawabnya sebagai masyakarat.

"Kita merasa bertanggung jawab sama lingkungan. Karena Indonesia ini penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Dan kita bayangin ketika kita mulai bisnis ini, kita bisa nekan penggunaan plastik," tuturn Ayudia Bing Slamet kemudian.

Refleksi Keseharian

[Bintang] Ayudia Bing Slamet - Ditto
Ayudia Bing Slamet bersama suami dan anaknya. (Nurwahyunan/bintang.com)

Ide berbisnis dengan konsep ramah lingkungan yang dijalani Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion memang sudah dikonsep secara matang. Hal tersebut menurut Ayudia tak terlepas dari kebiasaannya dengan Ditto yang selalu meminimalisir penggunaan plastik dalam keseharian mereka.

"Iya banget (anti sampah dalam keseharian). Bahkan kita sekarang udah berusaha banget memilah sampah, dan kita memulainya sangat pelan-pelan. Kita nggak pernah bilang anti plastik, tetapi kita bilang pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi penggunaan sampah," kata Ayudia.

Langkah Antisipasi

Lebih lanjut, ibu dari satu orang anak itu juga mengatakan awal mula tercetusnya bisnis kedai kopi yang baru ia rintis berawal dari kegemarannya dan sang suami mengonsumsi kopi.

"Kenapa akhirnya memulai (bisnis coffee shop) karena kita suka banget sama kopi. Dan kita lihat bahwa kopi masih jadi sesuatu yang orang suka dan favorit. Jadi akhirnya kita memberanikan diri," ujar Ayudia.

[Bintang] Ayudia Bing Slamet dan Ditto
Ayudia Bing Slamet dan Ditto (Nurwahyunan/Bintang.com)

Ia pun tak memungkiri, langkah awal yang diambilnya dalam berbisnis ini merupakan salah satu langkah antisipasi jika nanti mereka berdua tak lagi mendapat tempat di industri hiburan tanah air.

"Yang pasti buat mata pencaharian kita. Kalau kita udah nggak produktif misalkan, jadi kita udah mupuk dari sekarang. Jadi emang kita berfikir bagaimana sih dan bisnis apa yang mau kita jalanin, dan salah satunya adalah bisnis kopi. Karena kita suka dan nggak terlalu ribet gitu. Dan kopi Indonesia adalah salah satu yang terbaik, jadi harus kita kenalin ke depannya, dan akhirnya banyak yang suka," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓