4 Tantangan Pevita Pearce Bermain di Film Rumah Merah Putih

Rivan Yuristiawan22 Mei 2019, 08:45 WIB
[Fimela] Pevita Pearce

ringkasan

  • Pevita Pearce kembali mendapat tantangan baru dalam kariernya di film Rumah Merah Putih.
  • Untuk pertama kalinya, ia didaulat memerankan karakter seorang ibu yang tinggal di daerah Atambua.
  • Pevita Pearce harus sedikit melakukan perubahan dari segi fisik untuk perannya di film Rumah Merah Putih.
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Pevita Pearce kembali mendapat tantangan baru dalam kariernya di industri perfilman. Perannya sebagai Maria Lopez di film berjudul Rumah Merah Putih menuntutnya untuk mengeksplorasi kemampuan aktingnya.

Tak tanggung-tanggung, untuk perannya dalam film produksi Alenia Pictures itu, perempuan 26 tahun harus banyak melakukan penyesuaian demi karakternya menjadi perempuan yang tinggal di perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Memang selama akting aku selalu cari challange baru dan ingin selalu bisa mengeksplor hal baru lagi, dan menurut aku, aku nemuin itu di film Rumah Merah Putih," ungkap Pevita Pearce saat konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).

 

[Fimela] Pevita Pearce
(Bayu Herdianto/KapanLagi.com)

"Dan perubahannya juga ada perubahan fisik, bahasa yang digunakan, perubahan busananya, dan ini sesuatu yang sangat menarik untuk aku eksplore," tambahnya.

Berikut, Fimela coba merangkum sederet tantangan yang harus dilakukan Pevita Pearce untuk film bertema nasionalisme tersebut.

 

1. Berbahasa Belu

[Fimela] Pevita Pearce
(Bayu Herdianto/KapanLagi.com)

Mengambil setting di sebuah kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Pevita Pearce pun dituntut untuk mahir berbahasa daerah tersebut. Maka dari itu, selama proses reading sekitar dua bulan, ia rutin mempelajari bahasa daerah yang dipergunakan untuk perannya sebagai perempuan yang tinggal di perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

"Persiapannya kita reading itu sampai kurang lebih dua bulan, dan aku juga mendapatkan bantuan dari guru yang di sana untuk bisa belajar bahasa Belu. Karena kita tahu Indonesia itu kaya sekali akan budaya, jadi setiap kota walaupun satu daerah bahasanya beda-beda," ujar Pevita Pearce.

 

2. Jadi Ibu

[Fimela] Pevita Pearce
(Bayu Herdianto/KapanLagi.com)

Tak hanya harus beradaptasi dengan bahasa yang dipergunakan, Pevita Pearce juga mendapat peran yang cukup menantang. Untuk pertama kalinya, ia didaulat memerankan karakter seorang ibu yang tinggal di daerah Atambua.

"Iya di sini jadi mamah-mamah. Ini juga pertama kali menjadi mamah-mamah, cuma lebih ke tante, tante dari si Oscar. Ini menyenangkan untuk risetnya pun aku ngobrol langsung, ada waktu sekitar dua minggu untuk bersosialisasi sama mamah-mamah sekitar dan ikut aktifitas mereka. Pastinya itu suatu hal yang nggak akan terlupakan sih," terangnya.

 

3. Perubahan Fisik

Film Rumah Merah Putih
Film Rumah Merah Putih (Bayu Herdianto/KapanLagi.com)

Satu hal lain yang juga harus dilakukan oleh Pevita Pearce untuk perannya di film Rumah Merah Putih adalah harus sedikit melakukan perubahan dari segi fisik. Menjadi orang timur, Pev diharuskan memiliki tone kulit yang lebih gelap dan tatanan rambut yang lebih ikal.

"(Perubahan) Kulit sih, secara kulit di film ini dibuat gelap, dan rambut aku juga diubah serupa dengan cerminan orang-orang di sana," pungkas Pevita Pearce.

 

4. Tinggal di NTT

Film Rumah Merah Putih
Film Rumah Merah Putih (Bayu Herdianto/KapanLagi.com)

Film Rumah Merah Putih sendiri bercerita tentang Farel Amaral (Petrick Rumlaklak) dan Oscar Lopez (Amori De Puribicacao) yang tinggal di perbatasan NTT dan Timor Leste yang hidup dalam kesederhanaan.

Secara garis besar, film ini menceritakan tentang perjalanan Farel dan Oscar bersama teman-temannya dalam menyambut peringatan hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus dengan segala permasalahan yang mereka hadapi. Seuai dengan temanya, Pevita harus tinggal di NTT selama syuting berlangsung.

Lanjutkan Membaca ↓