Meghan Markle Tak Akan Dampingi Pangran Harry dan Ratu Elizabeth II Sambut Donald Trump

Lanny Kusumastuti29 Mei 2019, 09:24 WIB
[Bintang] Meghan Markle - Pangeran Harry

ringkasan

  • Meghan Markle tak akan ikut Pangeran Harry dan Ratu Elizabeth II menyambut kedatangan Donald Trump.
  • Meghan Markle adalah seorang yang vokal menyuarakan ketidaksukaannya pada Donald Trump.
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Pada tanggal 3 Juni 2019, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dijadwalkan akan berkunjung ke Inggris bersama istrinya, Milenia Trump. Pangeran Harry dan Ratu Elizabeth II pun akan menyambut kedatangan mereka dengan jamuan makan siang di istana, namun tanpa Meghan Markle.

Ya, melansir laman Fox News, Meghan dipastikan tak akan ikut dalam rangkaian jamuan tersebut untuk mendampingi Pangeran Harry maupun Ratu Elizabeth II, mengingat kini ia tengah menjalani cuti, usai melahirkan putra pertamanya dengan Harry, Archie Harrison Mountbatten-Windsor pada 6 Mei 2019.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Inggris. Ia bertemu dengan Ratu Elizabeth.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Inggris. Ia bertemu dengan Ratu Elizabeth II. (Chris Jackson/Pool Photo via AP)

Bicara soal Meghan dan Donald Trump, mantan aktris berusia 37 tahun bukanlah salah satu pendukung sang Presiden terpilih. Dalam sebuah wawancara sebelum hubungannya dengan pangeran Harry mencuat, Menghan sempat mengutarakan alasannya untuk memilih Hillary Clinton daripada Donald Trump.

“I’m voting for Hillary Clinton, not because she is a woman, but because Trump has made it easy to see that you don’t really want that kind of world that he’s painting," tutur Meghan Markle.

Sebutan Meghan Markle untuk Donald Trump

Meghan Markle
Meghan Markle (© Splashnews.com)

Meghan Markle telah menjadi salah satu figur publik yang sangat vokal dalam menunjukkan ketidaksukaannya pada Donald Trump. Selain mengemukakan alasan di atas, istri Pangeran harry juga pernah menyebut Trump sebagai seorang 'misoginis' dan 'memecah belah'.

"Yes, of course, Trump is divisive, think about female voters alone, right? I think it was in 2012 the Republican Party lost the female vote by 12 points; that is a huge number and with as misogynistic as Trump is, and so vocal about it, that is a huge chunk of it," katanya dalam wawancara di acara The Nightly Show with Larry Wilmor tahun 2016 lalu, dikutip dari laman ELLE.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓