Tertarik Ikut Lomba Lari Marathon? Ini Saran dari Sigi Wimala

Rivan Yuristiawan19 Jun 2019, 17:24 WIB
[Fimela]  Sigi Wimala

Fimela.com, Jakarta Lomba lari jarak jauh atau yang akrab disebut marathon memang tengah menjadi tren di Indonesia. Berbagai perlombaan tingkat nasional maupun internasional pun sudah mulai marak dilangsungkan dan menarik minat kawula muda. Aktris sekaligus model, Sigi Wimala pun memberikan tips bagi mereka yang tertarik ikut terlibat.

Memang Sigi Wimala terbilang cukup memiliki banyak pengalaman dalam olahraga tersebut. Terhitung sejak tahun 2009, istri dari Timo Tjahjanto itu sudah mulai menjalani berbagai perlombaan dari berbagai tingkatan.

[Fimela]  Sigi Wimala
(Nurwahyunan/Fimela.com)

Secara umum, Sigi Wimala pun memiliki beberapa tips bagi mereka yang baru ingin mencoba olahraga tersebut. Yang terpenting menurut kakak kandung Agni Pratistha itu, mereka yang ingin ikut lomba marathon harus memiliki fisik yang prima.

"persiapan yang bener, terus membaca tubuh kita. Kalau lagi nggak fit jangan dipaksain. kita rasa sesuatu yang tdk biasa di tubuh kita baiknya diperiksakan dulu ke dokter. Karena kan kadang lututnya rada nggak enak, karena dipaksain terus akhirnya cedera, jadi jangan berlari karena semata-mata gengsi, demi konten, tapi harus membaca tubuh kita kapasitasnya dari prepare dengan bener," ucap Sigi Wimala di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Disamping kondisi fisik, hal yang tak kalah penting menurut perempuan 35 tahun itu adalah berlatih secara rutin. Hal tersebut sangat penting untuk menghindari cedera yang terjadi.

[Fimela]  Sigi Wimala
(Nurwahyunan/Fimela.com)

"Training yang bener. Karena kita nggak kepengen cedera. Terus nanti kalau ada yang ikut half atau full marathon itu ada tanjakan satu yang paling curam, terus juga mesti prepare, menghindari cedera dan jangan terlalu memforsir diri kita," paparnya kemudian.

Untuk porsi latihannya sendiri menurut Sigi Wimala cukup beragam. Tak cuma rutin berlari dengan jarak tertentu, melatih masa otot pun dianggap penting untuk para pelari pemula.

"Jadi kalau lari marathon itu persiapannya nggak cuma lari aja, kalau bisa ada stratching, flexibelity-nya juga dilatih karena untuk menghindari cedera. Kalau kita lari terus kan otot yang dipake itu-itu aja, jadi tubuh akan mengalami faktikal, bosenan, jadi kalau bisa di-combine sama olahraga lain," pungkas Sigi Wimala.