Alasan Livi Zheng Akui Diri Sebagai Sutradara Terverifikasi

Anto Karibo03 Sep 2019, 10:45 WIB
Livi Zheng

Fimela.com, Jakarta Banyak netizen khususnya para pecinta film masih melakukan pembahasan mengenai sosok Livi Zheng, seorang sutradara muda yang mengklaim dirinya sebagai sutradara kelas Hollywood dengan film-film besutannya.

Livi sendiri pernah membesut dua judul film berjudul Brush with Danger dan Bali: Beats of Paradise yang belakangan diklaimnya masuk dalam seleksi nominasi Oscar.

[Bintang] Livi Zheng
Bali : Beats Of Paradise (Nurwahyunan/bintang.com)

Dalam sebuah acara talkshow berjudul Belaga Hollywood, Andini Effendi sebagai host menanyakan kepada Livi apakah dirinya merasa sebagai sutradara yang terverfikasi latar belakang dan karyanya.

Livi pun menjawab bahwa dirinya bisadikatakan demikian dengan beberapa alasan yang menjadi argumentasinya. "Bisa dibilang begitu deh," jawab Livi dengan sangat enteng sembari tersenyum.

"Karena film saya udah tayang di Amerika, sudah masuk seleksi nominasi Oscar, dan saya pendidikannya juga di USC, salah satu sekolah film terbaik," tegas Livi Zheng.

Catut Nama George Lucas

Kental Unsur Edukasi dan Nasionalisme, Menpora Ajak Milenial Nonton Bali: Beats of Paradise
Menpora Imam Nahrawi menggelar nonton bareng (nobar) film karya Sineas muda kenamaan Livi Zheng yang berjudul Bali Beats of Paradise di Trans Studio Mall (TSM) Bali, Kamis (22/08) sore.

Dalam keterangannya mengenai pendidikan S2 nya di USC atau University of Southern California, Amerika, Livi Zheng mengaku tak sembarang orang bisa menempuh pendidikan di situ, karena tak gampang menurutnya.

"Di antara lulusannya George Lucas, sutradara Star Wars lalu Brian Grazer produser A Beautiful Mind, Robert Zemeckis yang bikin Forest Gump. Aku S2 nya di situ," tutur Livi Zheng.

Kontroversi

[Fimela] Livi Zheng dan Joko Anwar
Livi Zheng dan Joko Anwar (FOTO: YouTube/MetroTVNews)

Livi sendiri menuai kontroversi karena banyak orang yang justru mempertanyakan film karyanya belum memenuhi standart kualitas yang bagus. Bahkan dari banyak pengkritik, ada yang menyatakan bahwa filmnya bisa jadi tak lolos FFI.

Sebagaimana Joko Anwar yang menyatakan bahwa film yang memenuhi persyaratan untuk diikutsertakan ke ajang Oscar pun belum tentu memiliki kualitas yang baik. Ia mencontohkan film bertajuk Vampire Academy yang merupakan film kelas B.

"Film kalau misalnya in contention for Oscar, artinya eligible untuk Oscar memang script dan filmnya diminta. Bukan berarti filmnya secara kualitas up to Oscar standard and quality," ucap Joko Anwar.

Lanjutkan Membaca ↓