Arashi Bahas Perbedaan Musik Mereka dengan K-Pop

Syifa Ismalia11 Nov 2019, 19:38 WIB
Arashi. Dari kiri: Kazunari  Ninomiya, Masaki Aiba, Jun Matsumoto, Satoshi Ohno, dan Sho Sakurai.

Fimela.com, Jakarta Demam hallyu atau musik K-Pop belakangan semakin marak di berbagai negara termasuk Indonesia. Karenanya imej boyband seringkali diasosiasikan dengan Korea, seperti yang dialami Arashi.

Arashi merupakan idol group J-Pop yang sudah terbentuk selama 20 tahun. Saat ini mereka tengah menyapa penggemar di Asia lewat tur “Jet Storm”.

Jakarta pun menjadi salah satu kota yang disambangi oleh grup idol beranggotakan, Satoshi Ohno, Sho Sakurai, Masaki Aiba, Kazunari Ninomiya, dan Jun Matsumoto. Dalam kesempatan kali, Sho Sakurai pun mengemukakan pandanganya mengenai K-Pop yang kini tengah marak di industri musik dunia.

K-Pop di Mata Arashi

Arashi di Jakarta.
Arashi di Jakarta (Dok Liputan6.com)

Menurutnya, K-Pop dan J-Pop tak bisa dibandingkan. Karena masing-masing memiliki daya tarik tersendiri. “K-Pop keren, kami tidak mau membandingkan dengan J-Pop. Tapi kami propose daya tarik J-Pop lagi ke dunia,” papar Sho saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta.

Sho menambahkan, lagu baru Arashi ‘Turning Up’ pun dapat mewakili daya tersendiri untuk J-Pop. “Lagu baru kami punya data tarik yang baru dari J-Pop,” tambahnya.

Beda Pasar

Arashi saat mengunjungi Jakarta (Vector Indonesia)
Arashi saat mengunjungi Jakarta (Dok Liutan6.com)

Sedangkan, menurut Jun Matsumoto perbedaan antara K-Pop dan J-pop terletak pada pasar. Jika K-Pop mengarah kepada pasar barat, sedangkan J-Pop pasar Asia. Dan Arashi grup idol asal Jepang pun ingin menunjukan J-Pop sebenarnya.

“Bukan cuma J-Pop atau K-Pop tapi yang terpenting kita menikmati musik lewat lagu. Jadi tantangan kami kedepan adalah memperkenalkan J-Pop ke dunia, dengan lagu yang dapat dinikmati,” tutup Jun, pria kelahiran Tokyo ini.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓