A$AP Rocky Siap Kembali ke Swedia Pasca Insiden Penyerangan

Musa Ade21 Nov 2019, 16:24 WIB
Diperbarui 21 Nov 2019, 16:24 WIB
ASAP Rocky

Fimela.com, Jakarta Pada Juni lalu, A$AP Rocky sempat melakukan tindakan kekerasan di Swedia. Oleh karena itu, rapper ini pun harus ditahan. Setelah tindakan yang membuatnya sempat ditahan, kini ia bersiap kembali ke Swedia dengan tujuan yang baik.

Seperti dilansir dari TMZ (19/11/19), Rocky akan kembali ke Swedia dengan tujuan yang dermawan, yakni untuk membantu para tahanan dan imigran yang ia jumpai saat dirinya ditahan. A$AP mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi pada Juni lalu itu menyebabkan penglihatannya terbuka atas keadaan buruk yang dialami oleh para imigran yang ada di Swedia.

Rapper berusia 30 tahun itu mengalami perlakuan yang berbeda dari para tahanan yang ada di sekitarnya. Atas tindakan kekerasan yang dilakukannya, rapper pemilik nama Rakim Mayer itu hanya menghabiskan waktu sekitar satu bulan atas tindakannya. Berbeda dengan tahananan lainnya, mereka yang melakukan hal yang sama itu harus ditahan selama 10 bulan.

A$AP Rocky dikabarkan akan kembali pada Desember mendatang untuk melaksanakan sebuah konser di Stockholm. Rocky juga mengatakan bahwa dirinya akan mendonasikan pendapatan dari konser di Stockholm itu kepada sebuah organisasi hak para imigran, yakni The Swedish Network of Refugee Support Groups atau disebut dengan FARR.

Insiden A$AP Rocky di Stockholm

[Bintang] Kendall-ASAP-Blake
A$Ap Rocky. (Instagram)

Kejadian yang dialami oleh Rocky pada Juni lalu di Stockholm menyebabkan dirinya harus ditahan sekitar satu bulan lamanya. Rocky ditahan atas tindakan kekerasannya yang bersifat melindungi diri.

Seorang jaksa berkebangsaan Swedia meminta sanksi kurungan untuk sang rapper selama 6 bulan atas tindakannya yang terjadi di sebuah jalanan Stockholm yang menyebabkan pria berusia 19 tahun terluka dan berdarah. Namun diskusi antara keempat hakim mengatakan bahwa penyerangan tersebut bukanlah sebuah sifat yang serius untuk memenjarakan Rocky.

Seperti dilansir dari The New York Times (14/8/19), Rocky bersama dua orang temannya resmi dibebaskan pada 2 Agustus lalu ketika mereka sedang menunggu sebuah keputusan. Mereka tidak diizinkan untuk tinggal di Swedia dan menyuruh mereka untuk kembali ke Amerika.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓