Tim Katy Perry Ajukan Sidang Ulang Kasus Plagiarisme Dark Horse

Nizar Zulmi08 Jan 2020, 19:38 WIB
Katy Perry

Fimela.com, Jakarta Tahun 2014 lalu Katy Perry merilis karya fenomenal bersama Juicy J berjudul Dark Horse. Tak hanya jadi hits laris di masanya, rupanya karya tersebut juga mendatangkan kontroversi dari sisi hak cipta.

Lagu tersebut dituding menjiplak lagu bernuansa gospel milik rapper Flame, Joyful Noise. Setelah digugat dalam sidang, Katy Perry divonis harus membayar jutaan dollar karena dibuktikan menjiplak.

Kasus tersebut kabarnya masih menyisakan tanda tanya, terutama di pihak Katy Perry. Karena itu pada 6 Januari kemarin tim kuasa hukum Katy mengajukan sidang ulang atas tudingan terhadap kliennya.

Parodi Keadilan

Penampilan Cantik Katy Perry di Gala amfAR 2018
Katy Perry (AP Photo/Jordan Strauss)

Tim Katy Perry menilai keputusan hakim di sidang pertama sebagai 'Parodi Keadilan'. Banyak hal yang dirasa tidak cukup valid untuk membuktikan Katy Perry, Dr. Luke dan tim produksi melakukan plagiarisme.

Pembuktian di meja hijau kemarin kurang bisa menjelaskan kemiripan kedua beat lagu tersebut secara substansial. Meski sidang ulang merupalan opsi setelah sidang berakhir, perjuangan Katy Perry dan tim termasuk Max Martin nampaknya takkan mudah.

Dampak Kasus

[Bintang] Katy Perry
Katy Perry. (Bintang/EPA)

Tudingan pelanggaran hak cipta, atau meniru karya orang lain seperti yang dialamatkan kepada Katy Perry diprediksi akan memiliki dampak besar di industri musik. Karena sebagaimana diketahui akan sulit membedakan karya yang merupakan hasil plagiat dan yang mirip secara tidak disengaja.

Dark Horse Katy Perry telah menembus angka 2,7 miliar penonton di YouTube, menjadikannya salah satu MV tersukses yang pernah ia buat. Di sisi lain, lagu ini juga sempat fenomenal di Indonesia karena memiliki intro yang mirip dengan salah satu lagu hits Nike Ardilla.

Simak juga video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓