Inggris Berlakukan Lockdown, Angie Virgin Ceritakan Bagaimana Mencekamnya Kota London

Rivan Yuristiawan31 Mar 2020, 16:24 WIB
Angie Virgin

Fimela.com, Jakarta Virus Covid-19 sudah menjadi momok bagi dunia. Menjadi salah satu negara yang terdampak, Inggris pun sudah mulai menerapkan lockdown untuk menghambat penyebarannya. Ditengah hal tersebut, Angie Yulia atau yang akrab disapa Angie Virgin pun memberi kesaksian tentang kondisi terkini di sana.

Memang, sudah sejak beberapa tahun lalu, Angie Virgin menetap di London bersama keluarganya. Menurut perempuan 36 tahun itu, semenjak pemerintah memberlakukan lockdown, London yang sebelumnya menjadi salah satu kota tersibuk di dunia mendadak berubah seperti 'kota mati'.

"Jadi mulai Selasa kemarin diberlakukan Lockdown, kantor-kantor dipaksa tutup. Hanya boleh 1 sampai 2 orang yang kekantor bila ada yang emergency dan tidak bisa dilakukan dirumah. Central London berubah jadi ghost town, sepi banget. Gedung-gedung tinggi, perusahaan besar, semua kosong," kata Angie Virgin melalui aplikasi pesan singkat pada awak media.

Aktivitas Dibatasi

[Fimela] Angie Virgin
(Instagram/angie_virgin)

Alhasil, aturan pemerintah itu pun mengakibatkan keterbatasan kegiatan bagi warganya. Saat ini, seluruh masyarakat diimbau tidak bepergian keluar rumah jika bukan dengan alasan yang penting.

"Sekarang kita semua diam di rumah, cuma boleh keluar untuk belanja kebutuhan makanan (seminggu sekali), lari/jogging hanya 2 orang, tidak boleh membentuk grup. Kerja untuk yang tidak bisa Work From Home kayak polisi, dokter, perawat," terangnya.

Hukuman Berat untuk Pelanggar

7 Potret Angie Virgin dan Suami yang Polisi Inggris,  Dapat Label Pahlawan dari Parlemen
Angie Virgin dan Habibie Syaaf (Sumber: Instagram/bb_safe)

Dan, guna memastikan warganya taat akan aturan yang diterapkan selama pandemi virus Corona, pemerintah Inggris pun memberlakukan sanksi yang cukup berat untuk mereka yang masih tak taat dengan ketentuan lockdown. Menurut Angie, dengan pengawasan pihak kepolisian dan CCTV di banyak titik, pelanggar bisa dikenakan denda yang cukup tinggi, bahkan dipenjara.

"Polisi yang jaga akan nanya-nanya tujuan dan mau kemana. Ini negara CCTV juga, jadi mereka bisa kontrol gerakan kita di luar. Dan yang keluar rumah jalan-jalan atau karena bosen akan didenda bisa sampai 1000 Poundsterling atau yang sakit batuk keluar rumah, akan dipenjara," tandas Angie Virgin.

Saksikan Video Menarik Berikut

Lanjutkan Membaca ↓