Baru Tayang, The King: Eternal Monarch Tuai Kontroversi

Lanny Kusumastuti22 Apr 2020, 19:24 WIB
Diperbarui 22 Apr 2020, 19:24 WIB
Lee Min Ho dan Kim Go Eun dalam The King Eternal Monarch (Netflix)

Fimela.com, Jakarta Serial drama "The King: Eternal Monarch" yang dibintangi Lee Min Hoo dan Kim Go Eun menuai kontroversi seiring penayangan perdananya pada 17 April 2020 lalu. Kontroversi tersebut muncul dari sebuah unggahan komunitas online, yang mengkritik bangunan kuil yang mirip dengan Todai-ji muncul di awal episode.

Melansir laman AllKpop, Todai-ji adalah salah satu dari tujuh kuil Buddha yang berpengaruh di Nara, Jepang. Hal tersebut kemudian dipermasalahkan warganet, karena serial drama ini menampilkan cerita dunia paralel dari Kekaisaran Korea.

Video Pembuka The King: Eternal Monarch yang mengundang kontroversi (foto via: Soompi)
Video Pembuka The King: Eternal Monarch yang mengundang kontroversi (foto via: Soompi)

Selain itu, melansir laman Soompi, hal lain yang membuat warganet resah adalah munculnya pagoda lima lantai di kuil Jpeang Kofuku-Ji, serta kesamaan Segel Kekaisaran, yaitu antara Kekaisaran Korea fiksi dan Segel Kekaisaran yang asli.

Warganet segera mengangkat isu dari serial drama "The King" Eternal Monarch" ini di internet tak lain karena adanya kekhawatiran plagiarisme, selain itu Korea dan Jepang juga memiliki sejah panjang konflik historis.

Penjelasan Tim Produksi

Terkait isu di atas, tim produksi "The King: Eternal Monarch" menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan maksud dari simbol-simbol yang digunakan di serial drama tersebut.

"Pertama, kami akan membahas cap kekaisaran dari Kekaisaran Korea. Untuk mewakili monarki konstitusional di mana Majelis Nasional atau Cabang Eksekutif berpusat di sekitar keluarga kekaisaran, kami menciptakan segel kekaisaran Kekaisaran Korea dengan desain 'bunga plum ganda' di mana bunga dirangkul oleh bunga lain. Ini sama sekali tidak terkait dengan Segel Kekaisaran Jepang," jelasnya.

The King: Eternal Monarch (SBS via Soompi)
The King: Eternal Monarch (SBS via Soompi)

Kemudian terkait pagoda, dijelaskan behawa mereka menggunakan pagoda kayu lima tingkat Baekje, yan dipajang di Kompleks Reproduksi Sejarah. Kemudian untuk kuil BUddha dan istana kerajaan Cina menjadi dasar tim produksi dalam membuat pagoda kayu fiksi.

Namun disadari tim produksi bahwa mereka mengakui melakukan kesalahan dengan menggunakan beberapa fitur kuil Jepang. "Itu jelas kesalahan kami, tidak peduli alasannya, bagi kami untuk tidak memperhatikan setiap detail dalam proses mendesain dunia fiksi Kekaisaran Korea, dan kami dengan tulus meminta maaf," tuturnya.

Terkait kesalahan tersebut, tim produksi menjanjikan bahwa hal tersebut akan diperbaiki mulai episode ketiga dan seterusnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓