Soal Wacana New Normal, Ini Pesan Tompi untuk Pemerintah dan Masyarakat

Rivan Yuristiawan26 Mei 2020, 17:10 WIB
[Fimela] Tompi

Fimela.com, Jakarta Wabah Covid-19 sampai saat ini memang belum sepenuhnya bisa dikendalikan penyebarannya. Sambil terus berupaya menekan penyebaran virus Corona, muncul wacana new normal dari pemerintah yang meminta masyarakat bisa 'hidup berdampingan' dengan virus tersebut dengan situasi yang berbeda. Hal tersebut pun memantik penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter bedah, Tompi untuk berkomentar.

Saat berbincang secara virtual dengan Menteri BUMN, Erick Thohir dalam acara Silaturahome yang diadakan oleh KLY, Tompi menyampaikan beberapa pandangannya terkait wacana new normal yang tengah digodok pemerintah. Salah satu yang menjadi fokus Tompi ialah langkah pemerintah untuk mengurai kerumunan di moda transportasi umum saat para pekerja sudah harus kembali beraktivitas secara normal.

Merujuk dari fakta yang sempat viral terkait kerumunan masyarakat di bandara atau stasiun selama masa pandemi, Tompi berpendapat pemerintah harus bersinergi dengan perusahaan BUMN ataupun swasta untuk membuat aturan baru terkait jam kerja.

"Untuk mencegah orang numpuk tak terkontrol di transportasi massal, harus sinergi sama jam kerja. Mungkin pemerintah bisa mengintervensi perusahaan swasta maupun negeri (soal jam kerja). Kalau semuanya mulai (kerja) jam 8 kan pasti semua berangkat sebelumnya, akhirnya kisruh juga. Tapi kalau jam kerjanya dibagi, sehingga populasinya (masyarakat pengguna transportasi) pun terbagi," ujar Tompi.

"Pemerintah harus ada regulasi yang memaksakan kantor jam kerjanya harus di split. Pemerintah harus ngatur dan harus jadi regulasinya," tambah Tompi.

Peran Aktif Masyarakat

Tompi dan Erick Thohir
Silaturahome sesi Tompi dan Erick Thohir. (Liputan6.com)

Lebih lanjut, personel Trio Lestari itu juga memaparkan, terlepas dari kebijakan yang nantinya ditetapkan pemerintah dalam rangka merealisasikan wacana new normal, peran aktif masyarakat untuk mematuhi segala protokoler kesehatan menjadi sangat penting. Bagi Tompi, dengan kedisiplinan masyarakat, tak sulit untuk bisa memulai 'hidup baru' dan beraktivitas seperti biasa meski virus Corona masih belum sepenuhnya hilang.

"Yang terpenting masyarakat tau gimana memproteksi diri sih. Kalau itu bisa, otomatis kita bisa memprotek orang lain. Kesadaran pakai masker, nggak batuk sembarangan, nggak ngumpul-ngumpul, kalau kita udah bisa jaga itu, aktivitas kayak biasa aja. Kalau masyarakat mampu dan disiplin, behaviour berubah, care sama sanitasi, ya harusnya bisa aktivitas kayak biasa," paparnya.

Komitmen

Tompi
Tompi dalam program Silaturahome. (Liputan6.com)

Terkait hal tersebut, Tompi pun beranggapan wacana new normal ditengah pandemi Corona bukanlah sesuatu yang rumit. Namun begitu, menurutnya, butuh komitmen dari banyak pihak untuk bisa sama-sama menjaga kedisiplinan terkait 'aturan-aturan' baru yang nantinya diterapkan agar masyarakat bisa beraktivitas secara normal tanpa mengesampingkan bahaya Covid-19 yang ada.

"Please semuanya kita mencerdaskan diri dengan meningkatkan sensitifitas terhadap perubahan lingkungan. Jangan menggampangkan, biar kita bisa aktivitas seperti biasa. Kita akan brjuang keluar tapi harus ada yang kita jaga, jangan sampai sakit," pungkasnya.

Saksikan Video Menarik Berikut

Lanjutkan Membaca ↓