Cerita Haru Gading Marten Bertemu Guru di Pelosok Yogyakarta

Rivan Yuristiawan14 Agu 2020, 08:24 WIB
[Fimela] Gading Marten

Fimela.com, Jakarta Gading Marten membagikan cerita haru dalam proses pendalaman karakternya sebagai guru untuk film Guru Guru Gokil. Ia berujar sempat bertemu dengan salah satu guru yang mengajar di pelosok desa daerah Yogyakarta, dan cerita haru pun kemudian terungkap.

Gading bercerita, dalam perbincangannya dengan sang guru, ia mendapatkan fakta miris, dimana dalam satu kelas yang sang guru ajarkan hanya terdapat satu orang murid. Begitu sang murid berhalangan hadir, si guru pun terpaksa tak bisa mengajar.

"Saya dalamain karakter ini (pak Taar), saya pernah kunjungin sekolah di pinggiran Yogya, muridnya satu kelas cuma satu orang, jadi kalau muridnya nggak dateng ya gurunya nggak ngajar," kata Gading Marten saat konferensi pers secara virtual pad Selasa (11/8/2020).

Bayaran Minim

[Bintang] Gading Marten
Gading Marten (Daniel Kampua/Bintang.com)

Yang kemudian semakin menyayat hati, menurut Gading, guru yang ia temui di sekolah tersebut mendapat bayaran sebesar Rp 100 ribu per bulan. Angka yang sangat minim dibandingkan dengan jasanya mendidik sisw-siswa dalam merancang masa depan.

"Bayaran mereka sebulan 100 ribu," tambahnya.

Pengorbanan

[Bintang] Gading Marten
(Daniel Kampua/Bintang.com)

Berkaca dari fakta yang ia temukan, ayah satu anak itu pun menilai jika predikat pahlawan tanpa tanda jasa untuk seorang guru bukanlah hal yang berlebihan. Ia menganggap, peran guru dalam membentuk karakter dan membuka pengetahuan siswa-siswanya begitu besar sehingga perlu mendapat apresiasi lebih dari banyak pihak.

"Lumayan haru tau kondisi guru tuh seperti apa, bertapa perjuangan mereka, mereka mau bikin semua pinter, menganggap anak yang dititipkan itu anak mereka. Jadi betapa berat dan hebatnya perjuangan guru, mudah-mudahan pemerintah memberikan yang terbaik," tandasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓