Menyambut Perona, Project Terbaru dari Tiga Personel Payung Teduh

Nizar Zulmi17 Apr 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 17 Apr 2021, 15:05 WIB
Perona

Fimela.com, Jakarta Panggung musik jadi satu dari beberapa hal yang dirindukan di masa pandemi. Tak hanya bagi penikmat musik. kerinduan itu juga dirasakan oleh para pelaku. Salah satunya Perona. 

Perona merupakan projecy yang lahir dari kebosanan akut akibat kurungan jeruji pandemi, yang bertemu dengan hasrat bermain yang meluap setelah matinya dunia pertunjukan musik. Pada pertengahan 2020, para musisi ini mulai menjalankan project-nya.

Dengan personel yang sudah dikenal sebelumnya, tak ada niatan khusus untuk menggubah lagu, apalagi membentuk grup musik baru. Perona beranggotakan empat personel, di mana tiga di antaranya masih aktif sebagai member Payung Teduh sampai sekarang. Mereka adalah, Alejandro Saksakame (Drum) , Marsya Ditia ( Vocal ), dan Pandji Putranda ( Keyboard ) , serta Ryan Ramone pada bass. 

Proses Menyenangkan

Perona
Perona

Jamming session menjadi langkah awal untuk memulai project ini. Dengan menyempatkan diri dari hitungan jam sampai bersama-sama membunyikan instrumen hingga pagi datang, kesamaan chemistry terbentuk. Sementara tulisan-tulisan yang diharapkan  menjadi lirik mulai digoreskan. 

Bicara soal proses kreatif, Perona justru tertuju pada hal-hal yang menyenangkan, yaitu dengan menciptakan lagu yang memang ingin didengar. Musik yang didengar tiap member juga dari bermacam varian,  sehingga lagu-lagu Perona pun bisa dipastikan akan sangat beragam. Genre bukan patokan bagi Marsya dkk selama mereka senang memainkan dan mendengarkannya. 

Melahirkan Warna

Perona
Perona

Seperti yang dialami banyak orang, pandemi tak ubahnya seperti mimpi buruk bagi pegiat industri musik.  Tidak  ada lagi latihan, tidak ada lagi rekaman. Berkumpul adalah hal yang susah, apalagi manggung. 

Satu tahun berlalu dan terciptalah beberapa lagu, yang salah satunya berjudul Warna. Lagu ini bercerita tentang hal-hal indah yang terjadi di masa sebelum terkungkung oleh pandemi. 

"Warna adalah serenade untuk mengenang kembali rutinitas di tahun-tahun silam, ketika hingar bingar panggung tidak pernah absen mengisi kekosongan tiap akhir pekan. Ketika kami masih mudah meluangkan waktu untuk sekadar latihan bersama hampir setiap malam.  Dan ketika hari-hari belum terasa hitam putih, seperti sekarang," tulis Perona.

Simak juga video rekomendasi berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓