YouTuber Korea Jang Hansol Bikin Heboh, Ungkap Pengalaman Bikin Rekening Tabungan di Seoul

Anto Karibo19 Apr 2021, 10:45 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 11:51 WIB
Sering Ganti Warna, Ini 7 Gaya Rambut Jang Hansol 'Korea Reomit' yang Curi Perhatian

Fimela.com, Jakarta Salah satu YouTuber terkenal di Korea dan Indonesia, Jang Hansol kembali mengungkap pengalamannya di kanal YouTube miliknya, Korea Reomit. Seperti diketahui, Jang Hanso adalah YouTuber Korea yang pernah memviralkan kasus ABK Indonesia yang mengalami eksploitasi di kapal China.

Kali ini ia mengungkapkan pengalamannya membuka rekening tabungan di Seoul, Korea. Karena memang, kala berada di luar negeri, satu masalah yang sering dialami adalah terkait finansial. Salah satunya adalah bagaimana seseorang bisa melakukan transfer atau menabung.

"Pengen nyoba untuk bikin rekening tabungan di sini, nanti ke teller orang Indonesia pakai bahasa Korea, dan sebaliknya, ngomong ke teller Korea pakai bahasa Indonesia," kata Jang Hansol di kanal YouTube-nya, Korea Reomit, baru-baru ini.

"Konten ini saya yakin akan membantu bangat bagi teman-teman yang tinggal di Korea, pekerja atau pelajar, kalau misalkan mau kiram duit atau terima duit dari Indonesia, akan lebih mudah," sambung Jang Hansol.

Senang

Sering Ganti Warna, Ini 7 Gaya Rambut Jang Hansol 'Korea Reomit' yang Curi Perhatian
Jang Hansol (Sumber: Instagram/hansoljang110)

Jang Hansol merupakan YouTuber Korea yang sampai SMA tinggal di Malang, Jawa Timur. Ia pun sering membuat ragam konten tentang Indonesia. Kini, ia pun begitu senang saat jalan-jalan ke BNI Seoul. Jang Hansol yang ini mengaku senang bisa berkeliling ke kantor BNI cabang Seoul tersebut. 

Pada kesempatan itu pula, Jang Hansol mencoba membuka rekening tabungan di bank yang berlokasi di Gedung Korea Chamber of Commerce & Industry (KCCI) lantai 2 dan 5, 39 Sejong-daero, Jung-gu, Seoul tersebut.

Ia juga menyaksikan secara langsung bagaimana BNI Seoul menerapkan pembukaan rekening digital BNI sehingga nasabah tak perlu lagi datang ke cabang.“Caranya mudah banget dan nggak perlu ngantri. Tinggal isi e-form di https://eform.bni.co.id/pembukaanSimpanan/,” tutur Jang Hansol. 

Isengi Teller

Jang Hansol
Jang Hansol (YouTube/Korea Reomit)

Dalam aksinya, Hansol juga sedikit usil dengan mengajak bicara teller asal Indonesia dengan bahasa Korea, sementara ketika berhadapan dengan teller dari Korea, ia menggunakan bahasa Indonesia. Beruntung dua teller cantik itu mampu menguasai bahasa dua negara itu. Ia bahkan bertanya tentang artis-artis Korea yang kebetulan pernah bertemu.

Banyak penjelasan yang didapatkan Hansol, seperti BNI Remittance Card yang bisa dipakai transfer uang ke keluarga yang ada di Indonesia. Ini merupakan salah satu layanan unggulan BNI di mana Diaspora termasuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) bisa mentransfer uang mereka ke kampung halamannya di Indonesia. 

“Uangnya tinggal dimasukan ke rekening, terus bisa langsung dikirimkan ke Indonesia. Nyaman banget,” ujar Hansol. 

Agent of Development

Jang Hansol
Jang Hansol (YouTube/Korea Reomit)

Jang Hansol mengaku bangga melihat bagaimana BNI Seoul memiliki semangat yang tinggi melayani kebutuhan nasabah, baik itu nasabah Korea Selatan maupun asli Indonesia (Diaspora). Hal ini dibuktikan oleh BNI Seoul dimana pada hari Minggu atau Weekend, BNI Seoul tetap buka dan beroperasi bagi konsumen.  

“Karena kita pro nasabah. Selain itu salah satu target kita adalah teman-teman diaspora. Nah (Diaspora) ini hari Minggu itu libur bekerja. Mereka bisa datang di hari Minggu dan kita melayani mereka,” terang Anisfu Husin, GM BNI Seoul, kepada Jang Hansol. 

Anisfu menjelaskan, BNI Seoul merupakan satu-satunya perbankan Indonesia yang hadir di Korea Selatan sejak tahun 2016. Hubungan perdagangan dan investasi antar kedua negara tersebut menurutnya juga konsisten tercatat mengalami kenaikan. Itu ditunjukan dengan jumlah Diaspora RI yang kini mencapai 40 ribu di Korea Selatan. 

“Salah satu tujuan kami adalah sebagai agent of development Diaspora RI. Kita juga melakukan edukasi ke teman-teman. Selama pandemi Covid-19, aktivitas perbankan mulai berkembang. Mulai dari trading, reksadana, saham, hingga obligasi,” tandasnya. 

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓