Ketika Dewi Sandra Membuat Meisya Siregar Menangis

Anto Karibo20 Apr 2021, 16:24 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 16:24 WIB
Meisya Siregar

Fimela.com, Jakarta Meisya Siregar baru-baru ini tengah merasa sedih karena salah seorang sahabatnya meninggal dunia. Sebagai sahabat, ia mengaku merasa mendapatkan firasat yang kurang baik sebelum ia mendapatkan informasi akan kehilangan sahabatnya.

"Sehari sebelum sahabat aku @yusti.rani meninggal 2 hari yang lalu, aku shooting brg @dewisandra.Udah kaya firasat yaaaah hari itu bakal dpt berita duka," ujar Meisya di laman Instagramnya, meisya__siregar, baru-baru ini.

Meisya Siregar melanjutkan, ketika itu dirinya tengah bersama Dewi Sandra mengobrol sampai ia menangis. "Tau tau obrolan kita ngalir aja jauh dan mendalam, sampe aku beberapa kali netesin air mata," sambungnya.

Sebuah Puncak Kehidupan

Meisya Siregar
Diketahui dari unggahan di akun Instagramnya, ia berharap dengan aksinya di rumah saja dapat membuat kura Covid-19 jadi turun dan melandai. Hanya di rumah saja, menurutnya menjadi salah satu langkah membantu mengurangi angka penyebaran Covid-19. (Instagram/meisya_siregar)

Bersama Dewi Sandra, obrolan pun semakin membahas tentang bagaimana sebuah kehidupan berjalan. Satu yang dibahas oleh mereka adalah tentang puncak dari kehidupan. Apakah puncak kehidupan adalah sebuah pencapaian dunia atau yang lainnya?

Demikian kira-kira yang ditanyakan oleh Meisya Siregar kepada Dewi Sandra dalam obrolan tersebut. Tak disangka, jawaban dari Dei Sandra justru membuat Meisya semakin membuat dirinya meneteskan air mata.

"Salah satu obrolannya adalah, Apa sih Puncak nya kehidupan ini wi ? Naik haji kah ??? She said : No.Kematian ... ???? Dan smua penjelasan yang keluar dari mulutnya cuma bikin aku nangis," tutur Meisya Siregar.

Masih Jauh

Meisya Siregar
"Ntar aja deh pikirinnya karena liburan jaman sekarang harus mikir seribu kali. Ribetnya, capeknya, resikonya, situasinya, kendalanya, dll," lanjut wanita 41 tahun ini. (Instagram/meisya_siregar)

Membicarakan kematian sebagai puncak dalam kehidupan seseorang, apakah ia meninggalkan kebaikan atau justru banyak keburukan yang selama ini dilakukannya, Meisya Siregar tak kuasa menahan air mata. Ia merasa masih jauh dari layak, ketika harus bertemu dengan Tuhannya kelak.

"Karena aku masih jauh untuk siap ketemu Allah nanti dg begitu banyak nya kelalaian krn aku yg masih sibuk mengejar dunia ... Astaghfirullahaladziim ...," tandasnya.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓