Sukses

Entertainment

Jadi Juri Pencarian Bakat, Iis Dahlia Ogah Terima Alasan Grogi

Fimela.com, Jakarta Sebagai Juri, Iis Dahlia, Pasha, Sulis dan Ustaz Erick Yusuf mengemban tugas penting untuk memastikan kualitas sepanjang kompetisi berlangsung agar hanya talenta terbaiklah yang berhasil menjadi pemenang Voice of Ramadan.

Sementara di sisi lain, para finalis tetaplah manusia biasa yang bisa kalah dari perasaan grogi. Banyak perkataan bijak yang mengamini bahwa musuh terbesar dan paling berat dalam hidup kita adalah diri kita sendiri.

Setelah menyaksikan performa kontestan yang di bawah ekspektasinya, sebagai juri sudah menjadi kewajaran bagi Iis Dahlia ketika sedikit emosi. Meski ia pun mencoba untuk sedikit memahami sisi psikologis para finalis.

“Kalau dibilang grogi, orang kan grogi biasanya karena ini panggung pertama, nyanyi pertama. Kalau ini kan udah berkali–kali nyanyi di panggung yang sama.” ujar Iis Dahlia.

Tekanan Besar

Sudah menjadi hal yang wajar ketika dalam sebuah pagelaran, ketika memasuki masa akhir atau tahap final, para peserta ingin menyuguhkan yang terbaik. Namun, justru hal itu yang bisa membuat seorang finalis tertekan.

“Kayaknya, bebannya mereka tuh ngerasa gini “Oh, ini tuh Grand Final, Grand Final”. Jadi mereka tuh ngerasanya Grand Final harus spektakuler, jadi bebannya makin nambah. Padahal kita udah bilang (kepada para finalis) santai saja, karena lagu yang kita sodorin juga bukan lagu yang susah kok. Untuk seorang penyanyi ya, untuk orang yang otaknya masih fresh,” tutur Iis Dahlia.

Iis Dahlia pun sebenarnya tak ingin menekan mental para finalis lebih jauh lagi. Terbukti, sebenarnya Iis Dahlia melarang Sulis untuk mengekspresikan kekecewaannya saat finalis sedang tampil diatas panggung.

“Aku sebenernya sempet kenceng ke Sulis karena Sulis tuh ngeliatin banget keselnya. Aku bilang 'Sulis jangan gitu, jangan kasih ekspresi kaya gitu nanti peserta jadi liat jadi makin down kan. Biasa aja, biar kita kasih semangat',” sambung Iis Dahlia.

Pertaruhkan Kredibilitas

Menyoal tentang Grand Final yang pertama kalinya diulang Senin, 10 Mei jam 3 sore di GTV, sebagai salah satu Juri, Iis Dahlia mengatakan dirinya dan para Juri yang lainnya tidak bisa menawar kualitas diatas panggung penting seperti Grand Final yang harus mencari pemenang dengan talenta terbaik.

“Kredibilitas kita, kredibilitas Voice of Ramadan dipertaruhkan. Semoga nanti tidak jadi nambah beban peserta juga. Mudah – mudahan kejadian ini menjadi cambuk supaya mereka bisa menyanyi dengan baik. At least, menyanyikan lagu dengan bener aja deh. Gue enggak ngerti deh, padahal pas babak Battle kemarin mereka keren banget,” papar Iis Dahlia.

Pendapat dari Iis Dahlia ini sejalan dengan tujuan GTV sebagai Home of Real Talents yang ingin menemukan talenta menyanyi religi terbaik di Voice of Ramadan.

Dengan diberikannya kesempatan kedua kepada para finalis, Iis Dahlia benar–benar berharap para finalis bisa memaksimalkan kesempatan kedua yang telah diberikan GTV dan para Juri.

“Kita harapannya mudah – mudahan mereka berempat bisa menampilkan yang terbaik, berlomba dengan sehat. Santai aja, nanti mungkin kita akan kasih pilihan mereka untuk memilih lagu yang mereka kuasai saja yang akan dinyanyikan. Jadi, kita pengen liat mereka nyanyi kaya konser (kualitasnya bagus) kaya kemarin saat Battle,” tandas Iis Dahlia.

 

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading