Mengenang Perjalanan dan Pengaruh Steven and Coconut Treez di Kancah Musik Reggae

Nizar Zulmi22 Jun 2021, 16:08 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 16:08 WIB
Steven and Coconut Treez

Fimela.com, Jakarta Kabar meninggalnya Steven N. Kaligis menyisakan duka di kalangan pecinta musik, terutama di ranah reggae. Pasal, pria yang akrab disapa Tepeng ini menjadi salah satu aktor yang membuat reggae diterima masyarakat luas.

Dengan hadirnya Steven and Coconuttreez, reggae kembali bergaung di ranah mainstream. Sepak terjang mereka dan rekan-rekan lah yang menjaga musik asal Jamaika tersebut tetap pada akarnya.

Steven dikenal sebagai frontman band dengan penampilannya yang khas reggae. Rambut gimbal dan sosoknya yang hangat akan dirindukan oleh pecinta musik maupun teman-teman dekat.

Sejarah Singkat

[Bintang] Steven and The Coconut Treez
Steven Kaligis (Deki Prayoga/Bintang.com)

Steven and Coconut Treez dibentuk pada tahun 2005 oleh Tepeng. Saat itu band beranggotakan tujuh personel sebelum Teddy, pemain perkusi mereka meninggal dunia pada 2007.

Lagu Welcome to My Paradise jadi masterpiece mereka yang lahir di tahun pertama mereka. Langsung melejit, lagu tersebut membuat Tepeng dkk meraih sukses di skala nasional. Mereka sering muncul di program musik televisi dan turut mempopulerkan musik reggae.

Hits besar mereka berikutnya adalah Lagu Santai yang dirilis tahun 2008. Masa itu pun jadi masa keemasan bagi band asal Jakarta ini.

Konsistensi

Steven & Coconut Treez (Foto: Instagram/@stevenandcoconuttreez)
Steven and Coconut Treez (Foto: Instagram/@stevenandcoconuttreez)

Soal bermusik, Steven menjadi figur yang punya konsistensi. Bersama rekan-rekannya, ia masih sempat tampil di bulan Ramadan lalu.

Mereka membawakan lagu-lagu andalan, dan lagu baru untuk menjaga protokol kesehatan. Meninggal di usia 46 tahun, tentu banyak yang merasa kehilangan sosok ikonik yang satu ini.

Simak juga video menarik berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓