5 Penyebab keguguran yang sering terjadi namun jarang disadari

Mimi Rohmitriasih06 Nov 2018, 12:29 WIB
Diperbarui 06 Nov 2018, 12:29 WIB
Keguguran

Fimela.com, Jakarta Saat mendapati diri hamil, ini tentunya menjadi moment yang sangat membahagiakan bagi perempuan serta suaminya. Tapi sayangnya, kebahagiaan tersebut bisa dengan cepat berubah menjadi kesedihan medalam ketika mendapati diri mengalami keguguran.

Mengenai keguguran saat hamil muda, ini adalah hal yang cukup sering terjadi. Melansir dari laman hamil.co.id, sejauh ini tidak sedikit perempuan yang mengalami keguguran di kehamilannya. Penyebab keguguran sendiri ada banyak sekali. Mulai dari stres, kebiasaan buruk merokok, minum minuman keras hingga ketidaktahuan seseorang akan kehamilannya.

Berikut ini adalah beberapa penyebab keguguran yang sering terjadi namun jarang disadari.

1. Kondisi rahim lemah

Penyebab utama yang sering memicu keguguran adalah kondisi rahim lemah. Perempuan yang memiliki rahim lemah harus memiliki istirahat cukup, tidak boleh terlalu stres, konsultasi dengan dokter secara rutin dan konsumsi obat penguat kandungan sesuai resep dokter.

2. Menderita penyakit tertentu

Ibu hamil yang menderita penyakit tertentu memiliki risiko keguguran lebih tinggi. Saat perempuan memutuskan hamil sementara ia mengetahui ada penyakit tertentu yang bersarang di tubuhnya, penting baginya untuk mengonsultasikan program kehamilannya dengan dokter atau bidan terkait. Sebelum memutuskan hamil, sebaiknya penyakit ini diobati hingga sembuh atau setidaknya aman untuk program kehamilan.

Jarak kehamilan yang terlalu dekat

Hamil
ilustrasi/copyright unsplash.com/Toots Y

3. Usia

Perempuan yang telah berusia di atas 30 tahun lebih rentan mengalami keguguran. Untuk itulah, saat usia mencapai 30 tahun bahkan lebih dan merencanakan kehamilan, sebaiknya konsultasikan kehamilan tersebut dengan dokter atau dokter. Konsultasi tak hanya berlaku untuk kehamilan pertama tapi untuk kehamilan kedua, ketiga dan seterusnya.

4. Jarak kehamilan yang terlalu dekat

Idealnya, jarak kehamilan antara anak pertama dan selanjutnya adalah minimal dua tahun. Kehamilan yang terjadi kurang dari jarak itu, bisa sangat berisiko mengalami keguguran. Ditambah, ketika ibu memiliki aktivitas padat dan rentan mengalami kelelahan hebat.

5. Riwayat keguguran

Perempuan yang pernah memiliki riwayat keguguran dikatakan lebih rentan mengalami keguguran di kehamilan-kehamilan selanjurnya. Jika pernah mengalami keguguran di kehamilan sebelumnya, saat merencanakan kehamilan selanjutnya sebaiknya mengonsultasikan hal ini dengan dokter atau bidan terkait.

Itulah penyebab keguguran yang sering terjadi namun jarang disadari. Selain penyebab di atas, penyebab lain yang meningkatkan risiko keguguran saat hamil antara lain adalah konsumsi makanan tertentu yang berbahaya buat kandungan, tubuh terlalu capek, pikiran terlalu stres, mengalami kecelakaan atau benturan yang mengenai kandungan dan masih banyak lagi.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by