Kisah Pilu Bayi Fadhlan Yang Meninggal Karena Punggung Terbakar di Inkubator

Fimela30 Okt 2014, 11:40 WIB
Foto: copyright merdeka.com

Kisah memilukan datang dari Makassar. Seorang bayi yang baru lahir prematur meninggal karena punggungnya terbakar dan melepuh akibat suhu terlalu panas di dalam inkubator. Kelalaian perawat menyebabkan satu nyawa melayang sia-sia.

Pada tanggal 21 Oktober lalu, pasangan Muhammad Fadli (31 tahun) dan Rafikah (28 tahun), warga Permunas Antang, Makasar berbahagia karena mendapat berkah bayi kembar laki-laki bernama Fadhlan Khairy Al-Faiq dan Fayyadh Zafram Al Faiq. Karena kedua bayi itu lahir prematur, keduanya harus dirawat di dalam inkubator.

Perawat dan Dokter Tidak Tahu Punggung Fadhlan Terbakar

Seperti bayi prematur pada umumnya, kondisi mereka membutuhkan kehangatan yang lebih, sehingga selama beberapa waktu harus berada di dalam alat inkubator. Setelah dirawat beberapa hari di RSIB Bunda, kondisi bayi Fadhlan justru memburuk. Tubuhnya menguning dan kadang membiru. Bayi Fadhlan juga sering kesulitan bernapas.

Kondisi punggung bayi Fadhlan yang terbakar | Foto: copyright merdeka.com

Dilansir oleh merdeka.com, orang tua membawa bayi Fadhlan ke RSIB Cathernia Booth. Di sana baru diketahui bahwa bagian punggung bayi Fadhlan sudah terbakar, melepuh dan mengeluarkan darah. Kondisi ini tidak diketahui perawat dan dokter di RSIB Bunda. Pihak orang tua bayi Fadhlan juga tidak diberi tahu mengenai masalah ini.

Perawat Lalai dan Sering Main Smartphone

Pihak keluarga tidak hanya kecewa, mereka geram akan keteledoran ini. Setelah mendapat perawatan intensif akibat luka bakar di punggung, nyawa bayi Fadhlan tidak dapat diselamatkan. Andai perawat yang menangani dan memantau bayi Fadhlan tahu kondisi di bagian punngung, nyawa sang bayi kemungkinan masih bisa tertolong.

"Keluarga kecewa, bayi dibiarkan tidak dipantau. Seharusnya kan dua jam sekali dipantau, dibalik ke kanan, ke kiri. Karena inkubatornya ini kan manual, tidak otomatis, jadi kalau kepanasan tidak ada yang tahu," ujar ayah bayi Fadlan.

Kiri: Bayi Fahdlan dan kembarannya saat dibaru lahir. Bayi bayi Fahdlan setelah meninggal. | Foto: copyright merdeka.com

"Dua hari dua malam di inkubator. Perawatnya lalai, ya begitu itu, main BBM, smartphone. Lalai memantau bayi di inkubator sampai seperti itu," ujar Aswar Tinaudin, paman dari sang bayi malang.

Orang tua bayi Fadhlan melaporkan kejadian ini ke Polsek Panakkukang, Kota Makassar. Mereka menuntut RSIB Bunda untuk bertanggung jawab karena telah lalai merawat bayi mereka hingga tewas.

Semoga kisah ini tidak terulang kembali dan keluarga bayi Fadhlan diberi ketabahan yang besar. Besar harapan kami agar semua pihak rumah sakit dan rumah bersalin semakin memperhatikan kondisi bayi-bayi yang sedang dirawat. Tentunya sangat disayangkan jika ada nyawa yang hilang akibat kelalaian.

(vem/yel)