Akibat Gempa, Risiko Kelahiran Bayi Prematur Bisa Mengalami Peningkatan

Fimela10 Agu 2018, 12:15 WIB
copyright pexels.com/Rene Asmussen

Sampai saat ini gempa susulan terus terjadi di Lombok, NTB dan sekitarnya. Meski gempa yang ada terus mengalami pelemahan kekuatan, hal ini tetap membuat warga merasa cemas dan khawatir. Dari gempa yang ada, banyak kisah mengharukan dan menyentuh hati yang datang dari Lombok maupun sekitarnya. Cerita tersebut salah satunya adalah adanya kelahiran bayi di posko pengungsian setempat.

Bicara mengenai kelahiran di tengah moment gempa, para ahli mengungkapkan jika kelahiran bayi prematur bisa mengalami peningkatan saat gempa maupun bencana alam lainnya. Melansir dari laman Liputan6.com, hal ini mengingat ibu bayi yang mengandung mengalami tingkat kecemasan, kekhawatiran dan stres yang lebih tinggi sehingga membuat janin rentan lahir sebelum waktunya.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan jika adanya bencana alam seperti gempa, banjir, badai dan sejenisnya bisa meningkatkan level stres pada ibu hamil. Ini kemudian bisa membuat hormon kortisol pada ibu meningkat dan berpengaruh besar pada cairan amniotik (ketuban) di kandungannya. Inilah yang kemudian memicu kelahiran prematur.

Stres pada ibu hamil bisa membuatnya lebih cepat melahirkan/copyright pexels.com/freestock.org

Tak hanya berpengaruh pada ibu yang sedang berada pada kehamilan trimester tua, stres yang ada juga sangat berpengaruh pada kehamilan trimester muda. Ketika terjadi Tropical Cyclone Yasi pada tahun 2011 di Queensland, Australia, peneliti menemukan bahwa kelahiran prematur meningkat sebesar 20 persen akibat bencana itu.

Sedangkan studi lain yang dilakukan pada tahun 1994 di Chile, para peneliti juga menemukan bahwa hampir sebagian besar wanita hamil di sana melahirkan lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Umumnya, mereka melahirkan 1 minggu lebih awal baik bagi yang hamil di trimester tua maupun muda.

Studi yang dilakukan di University of California mengungkapkan bahwa ada hubungan erat antara gempa bumi dan ibu hamil. Hubungan tersebut adalah, saat gempa terjadi ibu hamil sangat rentan mengalami stres, cemas dan khawatir maupun gangguan emosional yang cukup berat. Hal inilah yang kemudian juga berpengaruh buruk terhadap kandungannya dan memicu kelahiran prematur.

Untuk saudara-saudara kita di Lombok dan sekitarnya, semoga senantiasa diberi keselamatan serta perlindungan dari Tuhan. Semoga bencana ini bisa segera berlalu dan tak lagi memakan korban.



(vem/mim)