10 Tips Mengatasi Konflik dalam Rumah Tangga

Fimela26 Mei 2015, 22:23 WIB
(C) shutterstock

Hidup bersama sering kali menimbulkan beberapa konflik di antara Anda dan suami. Selama Anda berdua dapat mengatasinya dengan baik, konflik tersebut justru akan menguatkan rumah tangga Anda. Berikut ini ada 10 tips mengatasi konflik dalam rumah tangga yang dikutip dari situs psychcentral.com.

Menerima konflik
Adanya konflik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan di antara Anda berdua yang bisa saling dipelajari. Jangan memendam konflik yang ada, justru Anda dan suami harus menerima konflik dan belajar untuk menyelesaikannya bersama.

Fokus pada masalah
Saat sebuah konflik timbul, fokuskan pikiran pada isu dan masalah bukan pasangan Anda. Tidak perlu membawa masalah menjadi urusan pribadi dengan menghina atau mengata-ngatai pasangan yang dapat mengakibatkan salah satu pihak sakit hati.

Mendengarkan
Masalah tidak akan selesai jika Anda dan suami terus-menerus saling berteriak. Beri kesempatan pada suami untuk menceritakan masalah dari sudut pandangnya dan dengarkan baik-baik. Lalu, ceritakan masalah dari sisi Anda dan minta suami untuk mendengarkan.

Tidak berteriak
Semakin Anda berteriak, maka semakin Anda tidak akan didengarkan dan dihargai. Tetap bicara dengan nada normal sambil tetap fokus pada masalah yang sedang dihadapi.

Tidak bersikap defensif
Membela diri dengan protes berlebihan hingga menyerang suami justru akan merubah konflik menjadi pertengakaran hebat. Daripada bersikap defensif yang berlebihan, lebih baik tanyakan setiap detail masalah padanya dan berpikir untuk mendapatkan solusi.

Sebutkan secara spesifik
Saat terjadi konflik, buatlah peraturan dengan suami untuk tidak menggunakan kata ‘selalu’ dan ‘tidak pernah’. Sebutkan setiap detail secara spesifik dan bukan melakukan generalisasi berlebihan yang biasanya justru dapat memperparah keadaan.

Mencari kesamaan
Coba cari kesamaan dari sudut pandang Anda dan suami yang dapat membuat Anda berdua setuju pada suatu titik. Menyetujui bahwa terdapat masalah dalam rumah tangga memang perlu dilakukan, namun lebih penting lagi untuk mencari solusi yang sama-sama disetujui.

Membuat pilihan
Konflik akan selesai jika ada kerja sama di antara kedua belah pihak. Siapkan beberapa pilihan solusi alternatif sehingga Anda dan suami dapat setuju pada sebuah solusi yang sama-sama menguntungkan. Memberikan pilihan solusi sama dengan menghargai suami.

Memberikan kelonggaran
Saling memberi kelonggaran saat menghadapi sebuah konflik dapat membuat Anda berdua belajar untuk berkompromi. Setiap solusi tidak harus 50-50, tapi terkadang 60-40 atau 80-20. Ini bukan masalah mengejar skor melainkan menemukan solusi yang sama-sama baik bagi Anda dan suami.

Berdamai
Berdamai dengan suami mengenai konflik yang sedang dihadapi bukan berarti Anda kalah dan suami menang. Ada hal yang lebih penting dari sekedar memenangkan sebuah konflik, yakni pernikahan Anda dan suami.

Oleh: Lies Nureni 

(vem/ver)