5 Cara Menenangkan dan Menghadapi Anak yang Ketakutan

Febi Anindya Kirana31 Jan 2019, 11:45 WIB
anak

Fimela.com, Jakarta Anak-anak seringkali takut terhadap sesuatu sehingga sangat membutuhkan orangtuanya atau orang dewasa untuk selalu menemaninya, jika ditinggal, bukan hanya menangis, ia bisa saja rewel sepanjang hari.

Oleh karena itu, orangtua perlu tahu apa yang sebaiknya dilakukan untuk menangani dan menenangkan anak yang ketakutan. Seperti dilansir dari Kid's Health.org, orangtua bisa melakukan sekian hal ini jika anak ketakutan.

1. Memeluk anak

Menenangkan bayi, balita atau anak-anak dnegan mengatakan "Nggak papa, semua baik-baik saja" atau "Tenang, ibu di sini", akan memberikan rasa aman dan terlindungi pada diri anak. Belai kepala dan punggungnya agar tenang.

2. Bicarakan dengan anak

Di waktu-waktu netral, di mana moodnya sedang baik dan dalam kondisi yang santai, angkat topik tentang ketakutan anak, tanya apa yang membuatnya takut. Bantu anak mencoba hal-hal baru dan yakinkan tak ada yang perlu ditakutkan.

3. Latih anak menghadapi ketakutannya

Biasakan anak dengan kondisi yang membuatnya takut, seperti misalnya jika ia takut gelap, matikan lampu selama 10 menit awal sebelum ia tidur setiap hari, atasi dengan bernyanyi atau bercanda sambil menunggu lampu dinyalakan lagi. Begitu terus setiap malam agar ia paham bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan dalam gelap.

4. Ajak anak mencoba dan mengenal berbagai hal

Jika anak takut sendirian, latih dengan memberi tugas padanya, jika ia bisa berada di ruangan sendiri selama beberapa menit, berikan pujian. Begitu juga jika ia takut terhadap hewan tertentu yang sebenarnya tidak mengerikan. Ajak anak membelai atau menyentuhnya perlahan. Anak akan merasa lebih percaya diri.

5. Beri contoh yang baik

Jika ingin anak tumbuh sebagai pemberani, maka orangtuanya juga harus memberi contoh sikap berani. Menunjukkan bahwa beberapa ketakutan tidak diperlukan dan harus dihilangkan karena tidak beralasan.

Ketakutan sendiri adalah perasaan wajar yang perlu dirasakan setiap anak karena ini melatih kewaspadaan dan kehati-hatian mereka terhadap sesuatu, Moms. Hal yang perlu dilakukan orangtua hanyalah memastikan ketakutan itu tidak berlebihan dan bisa dihadapi sendiri oleh anak.