Cara Mendampingi Anak Melewati Perceraian, Katakan dengan Jujur!

Febi Anindya Kirana31 Jan 2019, 15:15 WIB
perceraian orangtua

Fimela.com, Jakarta Perceraian orangtua mau tak mau akan mempengaruhi kehidupan anak. Jangan hanya mementingkan diri sendiri dan kondisi hati saat ini, satu hal paling penting saat perceraian terjadi adalah bagaimana cara menghadapi dan mendampingi anak melalui perceraian yang dialami.

Dilansir dari Kid's Health.com, orangtua harus siap dengan berbagai pertanyaan dari anak dan reaksi yang akan ditunjukkannya setelah bercerai. Kuncinya adalah mengatakan dengan jujur. Berkata jujur memang tak mudah ketika dirimu tak punya semua jawaban yang diharapkan, namun mengatakan apa adanya pada anak adalah jalan satu-satunya.

Anak kemungkinan ingin tahu bagaimana nasibnya ke depan. Dengan siapa ia akan ikut atau tinggal, siapa yang mengantarnya ke sekolah, apakah ia akan pindah, di mana ayah ibunya akan tinggal, masih bisakan ia bermain dengan ayahnya dan lain sebagainya.

Tidak semua anak akan mengekspresikan apa yang dirasakannya saat itu. Beberapa anak mungkin mencoba menyenangkan orang tuanya dengan berpura-pura baik-baik saja atau mencoba menghindari perasaan sulit dan menyangkal kemarahan akan perpisahan ini. Ajak bicara ketika mereka sudah siap dan jangan biarkan anak menanggung stres sendiri dan menunjukkan emosinya dengan cara-cara yang tak diinginkan.

Bantu anak mengungkapkan perasaan mereka melalui kata-kata, jangan biarkan anak memendam perasaannya. Katakan pada anak bahwa tak masalah merasa sedih, marah atau kesal, namun sebagai ibu, pastikan dirimu memberi support dan harapan bahwa semua akan baik-baik saja.

Orang pikir dengan bercerai lebih awal saat anak masih berusia sangat muda akan lebih baik. Sayangnya, tak ada momen yang baik dan tepat untuk perceraian di mata anak-anak. Jadi daripada mencari alasan, fokuskan perhatian mendampingi anak melewati perceraian tersebut.