Apa Itu Metode Montessori? Yuk, Pahami 5 Prinsip Utamanya

Endah Wijayanti08 Mar 2019, 10:44 WIB
senang belajar

Fimela.com, Jakarta Pernah dengar soal metode Montessori? Ketika sudah memiliki anak yang usianya masuk usai pra-sekolah biasanya bakal cukup familier dengan nama metode tersebut. Bahkan makin ramai saja orangtua yang coba menerapkan metode tersebut di rumah untuk anak-anak mereka.

Dilansir dari Wikipedia, metode Montessori merupakan suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori. Maria Montessori adalah seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Secara umum, metode Montessori diterapkan terutama pada anak-anak di pra-sekolah dan sekolah dasar, meski ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah.

Maria Montessori merupakan dokter perempuan pertama di Italia pad awal abad ke-20. Dikutip dari mother.ly, ia menggunakan pengalamannya sebagai ilmuwan dan dokter untuk mengobservasi anak-anak dan mendesain sekolah yang sesuai dengan bawaannya. Misal, bila anak-anak suka bergerak, kenapa tak membuat suasana kelas yang membebaskan mereka bergerak? Ada sejumlah hal menarik yang ditawarkan oleh metode Montessori ini. Berikut lima prinsip utamanya yang perlu kita ketahui.

1. Menekankan proses belajar eksperiensial

Anak-anak yang mengikuti pembelajaran metode Montessori akan belajar dengan materi dan bahan yang sudah dirancang khusus. Seperti saat belajar matematika, mereka tidak sekadar menghafal angka tapi langsung menghitung dan menambahkan bahan yang sudah dibuat. Maria Montessori mengobservasi bahwa anak-anak perlu bergerak dan belajar dari pengalaman langsung, bukan sekadar duduk dan mendengarkan guru atau orangtua yang mengajarnya di rumah.

2. Peran guru membantu menyediakan alat untuk belajar

Di sekolah-sekolah Montessori, peran guru lebih ditekankan kepada sebagai pemandu. Tugas guru adalah mengamati anak dan memperkenalkan bahan-bahan pelajaran pada waktu yang tepat. Bukan cuma berceramah atau menjelaskan teori belaka tanpa praktik langsung. Di rumah, orangtua yang ingin mencoba untuk menerapkan metode pendidikan Montessori pada anak perlu berusaha keras mengupayakan berbagai macam alat peraga untuk mengenalkan materi.

 

anak bahagia
Tips mendidik anak agar bahagia./Copyright unsplash.com/david zhou

3. Lingkungan belajar perlu didesain khusus (prepared environment)

Tempat belajar atau lingkungan untuk belajar anak perlu didesain dan memang dipersiapkan khusus. Dalam artian, tempat belajar perlu dibuat sedemikian rupa untuk membantu anak bisa mengeksplorasi banyak hal dan belajar secara independen. Seperti memilih rak-rak rendah dan aneka alat peraga yang ditaruh di tempat yang sudah ditentukan untuk membantu anak belajar kerapian. Umumnya, lingkungan belajar yang efektif adalah yang minimalis dengan warna-warna kalem untuk membantu anak berkonsentrasi.

4. Anak dibimbing belajar langsung one-on-one lesson

Bila dalam satu kelas Montessori terdapat 25 anak berbeda, maka masing-masing dari mereka pastinya punya tingkat akademik berbeda. Guru pun akan memberi pelajaran sesuai dengan tingkat akademik dan kebutuhan masing-masing anak. Metode pembelajaran one-on-one lesson akan diberikan untuk menunjang kebutuhan belajar anak. Bila menerapkan metode Montessori pada anak di rumah, maka kita sebagai orangtua perlu memberikan fokus dan perhatian penuh pada anak dalam proses belajarnya.

5. Penekanan pada peace education

Peace education dapat diartikan sebagai model pendidikan yang membantu anak untuk memiliki kemampuan mengatasi konflik dan masalahnya sendiri tanpa kekerasan dan dengan cara yang kreatif. Dalam proses pembelajaran, perlu penekanan soal mengajarkan rasa saling menghargai, saling menghormati, dan mencintai. Maria Montessori hidup di dunia yang penuh dengan peperangan dan konflik global, sehingga tak heran bila ia sangat menekankan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai perdamaian dalam metodenya.

Orangtua bisa mengadaptasi metode Montessori dalam mendidik anak di rumah. Tentunya memang perlu mengalokasikan waktu dan energi khusus untuk bisa membantu memberikan pendidikan yang terbaik di rumah tanpa membuat anak merasa tertekan atau terbebani.