Mengenali 5 Gejala Alergi Makanan pada Balita, Pahami Sebelum Terlambat

Endah Wijayanti12 Mar 2019, 13:25 WIB
anak makan

Fimela.com, Jakarta Alergi makanan dapat terjadi bila tubuh anak mengalami reaksi berlebihan pada makanan yang sebenarnya tidak berbahaya dikonsumsi. Hal tersebut dinyatakan oleh Dr Dawn Lim dari Kinder Clinic di Paragon. Kita sebagai orangtua perlu waspada bila anak ternyata mengalami alergi tertentu pada makanan.

Penting bagi orangtua untuk memahami gejala alergi makanan pada anak. Dilansir dari youngparents.com.sg, gejala alergi bisa bervariasi seperti muncul ruam di kulit hingga sesak napas. Secara umum ada lima gejala alergi makanan pada balita yang perlu diketahui, antara lain:

1. Ruam pada kulit

Kulit ruam, kemerahan, dan terasa gatal. Penampakannya bahkan bisa mirip seperti bentol karena digigit nyamuk. Alergi makanan pun bisa menyebabkan eksim. Waspadai bila setelah mengonsumsi makanan tertentu, muncul ruam kemerahan pada kulit anak.

2. Mulut, mata, atau hidung terasa gatal

Bila si kecil berulang kali bersihn dan terus menggosok mata dan hidungnya, waspadai alergi pada makanan yang baru dikonsumsinya. Rasa gatal karena alergi pun bisa muncul di area mulut dan lidah.

3. Mata dan bibir bengkak

Bengkak yang muncul pada area mata dan bibir bisa jadi salah satu gejala alergi. Namun, selama si kecil masih bisa bernapas dengan baik (tidak mengalami sesak napas) kita tak perlu terlalu mencemaskannya.

4. Sesak napas

Sesak napas merupakan gejala alergi yang sangat mengkhawatirkan. Segera hubungi dokter bila anak mengalami kesulitan bernapas atau sesak napas setelah mengonsumsi makanan tertentu. Semakin cepat ditangani maka akan semakin baik serta terhindar dari hal yang tak diinginkan.

5. Muntah, sakit perut, dan diare

Gejala ini mirip dengan gejala keracunan makanan. Cuma bedanya dalam alergi karena makanan, si kecil tak akan mengalami demam. Mual dan muntah yang dialami pun bisa segera disembuhkan.

Kadang gejala alergi makanan juga disertai dengan munculnya darah atau lendir di fesesnya. Setiap kali kita mengenalkan makanan baru pada anak, selalu awasi reaksinya dengan baik. Bila si kecil menunjukkan gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, kita perlu segera berkonsultasi ke dokter.