Terlalu Mencampuri Kehidupan Anak, Membuatnya Manja dan Berperilaku Buruk!

Febi Anindya Kirana23 Mar 2019, 12:49 WIB
anak

Fimela.com, Jakarta Orangtua memang bertanggung jawab memastikan anaknya memiliki kehidupan yang baik dan sebisa mungkin tidak membuatnya kesulitan. Namun bukan berarti orangtua bisa ikut campur dalam setiap hal yang dihadapi anak, apalagi jika itu justru membuatnya 'tak bisa bertahan hidup di masyarakat nantinya.

Mmebleikan banyaka barang untuk anak dan memenuhi segala yang ia sukai tak akan membuatnya bahagia secara utuh. Nyatanya, beberapa penelitian menemukan bahwa terlalu mencampuri urusan anak justru membuat psikologisnya tidak baik. Anak akan kesulitan mengenali apa yang ia butuhkan dan apa yang sebenarnya ia mau, dan pada akhirnya ia akan berpikir bahwa kebahagiaan bertumpu pada materi.

Anak akan tumbuh sebagai anak yang manja dan tidak mandiri. Ia juga kesulitan menghargai orang lain dan suka meremehkan orang lain dan hal-hal di sekitar. Tentu saja, ini adalah karakter yang tak akan membuatnya disukai banyak orang, Moms.

Orangtua masa kini seringkali sangat sensitif terhadap setiap hal yang terjadi pada anak. Anak dibentak sedikit oleh guru, orangtua sudah menuntut ke pengadilan. Orang lain tak sengaja membuatnya terjatuh, orangtua sudah marah-marah tak karuan. Padahal membarkan anak mengatasi masalahnya sendiri justru membuatnya berkembang sebagai manusia.

Beberapa kesulitan yang dialami anak sebenranya justru mengutakan mentalnya dan membuatnya mengembangkan skill problem solving dan 'berthan hidup', jadi jangan terllau mencampuri urusannya. Jadilah orangtua yang cerdas, ketahui kapan harus turun tangan dan kapan harusnya membiarkan anak belajar menangani masalahnya sendiri.