Ada Apa dengan #JusticeForAudrey, Mengapa Kita Perlu Melawan Kekerasan Anak

Ayu Puji Lestari10 Apr 2019, 10:30 WIB
Kekerasan Anak

Fimela.com, Jakarta Kekerasan kepada anak kembali terulang. Au, seorang siswi SMP di Pontianak mengalami kekerasan yang mengakibatkan korban harus dirawat intensif di Rumah Sakit. Mirisnya, korban dan pelaku sesama perempuan tentu membuat kasus ini semakin memilukan.

Seperti yang dilansir dari liputan6.com (10/4) korban sudah melaporkan perkara ini kepada pihak berwajib. Laporan korban tercatat dalam Laporan Polisi (LP) bernomor LP/662/IV/RES.1.18/2019/KALBAR/RESTA PTK Tanggal 8 April 2019, dengan saksi korban Au. Pengroyokan itu terjadi Jumat, 29 Maret 2019 sekira pukul 14.30 WIB. Korban yang berada di rumah, dijemput temannya dengan tujuan ke rumah sepupunya.

Motif yang Masih Simpang Siur

Bullying
Ilustrasi/copyright shutterstock

Dalam kasus ini, polisi masih mendalami motif penganiayaan yang dialami oleh Au. Adanya keterkaitan masalah asmara pun masih sebatas dugaan motif pengeroyokan itu.

"Motifnya belum bisa kita tahu. Karena korban ini masih dirawat di rumah sakit. Yang ada itu, baru dugaan-dugaan ya," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli, kepada Merdeka.com, Selasa, 9 April 2019.

Dala keterangan polisi menyebutkan, jika Au sudah berusaha untuk kabur namun tetap dikejar oleh pelaku. Saat ini polisi sedang menunggu hasil rekam medik untuk mendalami kasus ini.

Mengapa Melawan Kekerasan Anak itu Penting?

Kekerasan Anak
Ilustrasi/copyright shutterstock

Kasus kekerasan menyebabkan korban tidak hanya terluka secara fisik namun juga psikis. Jika dibiarkan akan mengakibatkan perkembangan mental korban terganggu. Trauma yang berkepanjangan dapat menyebabkan korban tidak dapat berkembang dan merasa tidak nyaman. Butuh pendampingan yang intensif agar korban kekerasan sembuh dari traumanya.

Peneliti dari University of Warwick dan bekerja sama dengan Duke Medical Centre, di Inggris menjelaskan bahwa anak korban bullying berisiko lima kali lipat menderita masalah kegugupan (anxiety disorder).

Kekerasan yang dialami anak dapat menyebabkan gangguan emosi, penurunan fungsi otak dan kecenderungan untuk sulit percaya pada orang lain. Parahnya efek ini tidak berhenti hingga si anak sudah mencapai usia dewasa.

Well, menjadi tetap bijak dalam menjalani hidup ya Sahabat Fimela. Semoga kasus yang menimpa Au adalah kasus kekerasan yang terakhir. Au dapat segera pulih dari traumanya dan pelaku pelaku mendapat konsekuensi dari perilakunya dan belajar menjadi lebih baik.

Simak Video di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓