Ini Alasan Makanan Kaleng Tak Pernah Baik untuk Anak!

Febi Anindya Kirana22 Jun 2019, 17:33 WIB
makanan kaleng

Fimela.com, Jakarta Anak-anak memang perlu mengenal banyak varian makanan untuk melatih indera perasanya, memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya atau mungkin juga untuk mengetahui apakah ia memiliki alergi pada makanan tertentu. Salah satu makanan sehat tinggi nutrisi yang bisa dikenalkan pada anak mungkin adalah makanan kaleng.

Banyak kontroversi terkait boleh tidaknya memberikan anak makanan kaleng. Beberapa makanan seperti ikan tuna dan sarden, susah mendapatkannya dalam bentuk segar, itulah mengapa beberapa orang tetap memilih membeli makanan kaleng untuk melengkapi kebutuhan gizi.

Tapi apakah makanan kaleng baik dan aman untuk anak? Menurut penelitian dan FDA dari Amerika, akan lebih baik jika tidak sering memberikan anak makanan kaleng karena risiko bahan kimia berbahaya seperti Bisphenol A (BPA).

Menagapa Makanan Kaleng Tak Baik untuk Anak?

Ikan Kaleng (iStockphoto)
Dua puluh tujuh merek ikan makarel kalengan ditarik dari pasaran. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan parasit cacing dalam produk-produk tersebut. (iStockphoto)

BPA sering digunakan dalam pengemasan makanan dan minuman kaleng dan plastik untuk mencegah kontaminasi dan kebocoran. BPA juga erat kaitannya dengan risiko obesitas pada gadis remaja dan bahkan keguguran pada ibu hamil, sehingga konsumsinya perlu diwaspadai. Bukan hanya itu, makanan kaleng juga mengandung lebih banyak sodium dan gula sehingga tak sehat untuk anak.

Jadi, alangkah baiknya jika menyajikan makanan segar saja pada anak untuk mencegah kemungkinan maslaha kesehatan ya Moms.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓