Satu dari 500 Bayi Terlahir dengan Bibir dan Lelangit Sumbing, Begini Cara Pencegahnya

Anisha Saktian Putri17 Jul 2019, 13:30 WIB
Ilustrasi keluarga

ringkasan

  • Diperkirakan di Indonesia terdapat 5800 bayi lahir dengan bibir dan lelangit sumbing
  • Pada Bulan Juli ini, CCC RSCM-FKUI menggelar Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang hingga akhir 2018 mencapai 1,39% menandakan setiap tahunnya terdapat 4.2-4.8 juta bayi baru lahir. Sayangny, menurut World Health Organization, 1 dari 500-700 dari bayi baru lahir tersebut terlahir dengan adanya bibir dan lelangit sumbing.

Sehingga diperkirakan di Indonesia terdapat 5800 bayi lahir dengan bibir dan lelangit sumbing. Bibir dan lelangit sumbing termasuk kelainan kraniofasial yang penyebabnya multifaktorial.

Kelainan ini terjadi akibat kegagalan pembentukan bibir dan lelangit pada minggu ke 4 hingga 6 masa kehamilan. Akibatnya, terdapat celah pada bibir dan lelangit sang bayi.

“Kami mengajak para orang tua dan masyarakat untuk dapat mengenali secara dini agar penderita bibir dan lelangit sumbing bisa mendapat akses ke pelayanan kesehatan yang efektif sejak dini untuk mendapatkan hasil yang baik, tidak hanya secara estetik namun juga secara fungsional, sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang lebih produktif,” ujar dr. Luh K. Wahyuni, SpKFR (K).

Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) sebagai Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyarankan kepada setiap perempuan usia reproduktif dan ibu hamil khususnya, agar dapat menurunkan risiko bayi yang dikandung menderita kelainan bibir dan lelangit sumbing, kiranya dapat lebih memperhatikan asupan gizi selama kehamilan, seperti mengkonsumsi makanan kaya asam folat, menerapkan pola hidup sehat di masa kehamilan, menghindari konsumsi obat-obatan dan alkohol serta menghindari kebiasaan merokok.

Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month

Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month
Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month

Keberadaan anak dengan bibir dan lelangit sumbing merupakan salah satu beban masalah kesehatan yang kadang terabaikan. Inilah yang mendasari didirikannya Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dan peringatan Bulan Juli sebagai Bulan Kepedulian Bibir dan Lelangit Sumbing.

Pada Bulan Juli ini, CCC RSCM-FKUI menggelar Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month yang bertajuk “Berbagi Senyum untuk Generasi Penerus Bangsa”. Kegiatan ini meliputi peluncuran booklet “Perawatan Pascaoperasi Bibir dan Lelangit Sumbing”, leaflet “Pentingnya Menjaga Kesehatan Rongga Mulut”, peluncuran Program Pengampuan Cleft and Craniofacial Center di daerah, sosialisasi di Car Free Day, dan seminar “Comprehensive Cleft Care” untuk dokter umum.

Kepala Unit Pelayanan Khusus Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI, dr. Kristaninta Bangun, SpBP-RE (KKF) menjelaskan, rangkaian acara ini bermaksud untuk meningkatkan kesadaraan masyarakat terhadap kondisi bibir dan lelangit sumbing dan akibat yang dapat ditimbulkannya.

“Sehingga hal ini diharapkan dapat membantu para orang tua yang memiliki anak dengan kelainan bibir dan lelangit sumbing untuk mendapatkan informasi serta penatalaksanaan multidisiplin yang tepat,” paparnya.

Secara lebih dekat, Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI merupakan pusat pelayanan multidisiplin untuk penatalaksanaan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan kraniofasial lainnya. Unit ini berada di bawah Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Medik Ilmu Bedah, RS Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menyediakan berbagai layanan.

Tidak hanya pembedahan, namun CCC juga melayani terapi lainnya seperti terapi wicara, makan, dan gigi oleh tenaga medis yang telah terlatih di bidangnya masing-masing. Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI menawarkan pelayanan terpadu untuk penderita bibir dan lelangit sumbing yang meliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi- dan interdisiplin, serta berkesinambungan.

Simak video berikut

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓