Mengenal Perbedaan Down Syndrome dan Autisme Pada Anak

Mimi Rohmitriasih18 Jul 2019, 10:39 WIB
Autisme

Fimela.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa down syndrome (DS) dan autisme merupakan hal yang sama. Padahal, kedua kondisi ini sangat berbeda.

DS dan autisme merupakan kondisi yang khas pada anak. Kondisi ini merupakan kondisi di mana anak menjadi cukup berbeda dengan anak-anak lainnya. Meski begitu, baik anak penyandang DS maupun autisme, keduanya tetap membutuhkan kasih sayang dan cinta yang sama dari orang-orang di sekitarnya. Kedua penyandang ini juga sangat perlu diperlakukan dengan baik sama dengan anak-anak normal lainnya.

Mengenai DS dan autisme, apa yang membuatnya berbeda?

Mengenal Down Syndrome

anak autisme
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Melansir dari laman alodokter.com, down syndrome merupakan kondisi kelainan yang disebabkan oleh adanya gangguan kromosom seseorang. Pada penyandang DS, seseorang mengalami kelebihan kromosom no.21 sehingga menyebabkan penyandang terlihat berbeda dari orang-orang normal.

Hampir semua penyandang DS umumnya memiliki karakter wajah yang sama yakni muka khas mongoloid dengan jarak kedua mata jauh, hidung cenderung pesek, mulut lebar, perubahan pola pikir serta kecerdasan. Penderita DS bisa dilihat dari karakter wajahnya sejak ia lahir atau tahun pertama usianya.

Kekhasan lain dari penyandang DS adalah, ia memiliki otot yang lemah, lidah terlihat lebih besar dari mulut, jari-jari kecil an pendek sementara telapak tangan lebar, leher pendek, telinga kecil dan adanya bintik putih di bagian iris mata.

Mengenal Autisme

Autisme
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Masih dari laman alodokter.com, autisme merupakan gangguan perke,bangan otak yang memengaruhi kemampuan penyandangnya dalam berkomunikasi dna bersosialisasi pun berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Penyandang autisme memilikin karakter wajah yang sama dengan anak normal lainnya. Hanya saja, anak dengan austime ini punya karakter sikap dan perilaku yang unik, berbeda dengan anak normal.

Melansir dari laman liputan6.com, menurut Dr. Purboyo Solek seorang Konsultan Neuropediatri dari Asosiasi Disleksia Indonesia, penderita autisme biasanya memiliki tiga gangguan dalam perkembangan. Gangguan itu adalah gangguan komunikasi, gerakan dan ucapan.

Well Sahabat Fimela, itulah sekilas gambaran mengenai Down syndrome dan autisme. Semoga tak lagi menyamakan keduanya karena keduanya adalah kondisi yang berbeda. Semoga informasi ini bermanfaat.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓