Kehamilan Sudah Lebih dari 9 Bulan, 4 Hal Penting Ini Perlu Diketahui

Endah Wijayanti23 Agu 2019, 14:24 WIB
hamil lebih dari 9 bulan

ringkasan

  • Plasenta Mulai Mengalami Pengapuran
  • Air Ketuban Mulai Berkurang
  • Bayi Mengalami Pertumbuhan Berat Badan
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Pemeriksaan dan kontrol rutin selama kehamilan perlu dilakukan dengan disiplin. Selain untuk memonitor perkembangan janin juga untuk bisa menentukan hari perkiraan lahir. Secara umum, lamanya masa kehamilan adalah 37 sampai 41 minggu. Ada juga sejumlah literatur yang merujuk hingga 42 minggu. Jika sudah lebih dari 41 minggu, maka akan disebut hamil posterm.

Hamil posterm adalah kehamilan lewat bulan yang sudah melebihi 41 minggu. Dilansir dari buku 9 Bulan Menjalani Kehamilan dan Persalinan yang Sehat, perhitungan waktu kelahiran ini didasarkan pada hari pertama menstruasi (HPM) terakhir tapi tidak selalu tepat HPM, bisa jadi maju 2 sampai 3 minggu atau mundur maksimal 2 minggu. Dan batas waktu 2 hingga tiga minggu tersebut masih dalam tahap normal. Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui bila kehamilan sudah lebih dari 9 bulan.

1. Plasenta Mulai Mengalami Pengapuran

Dokter akan memeriksa kondisi plasenta. Pada hamil posterm, terkadang plasenta sudah mengalami pengapuran. Fungsinya sebagai pengantar sari makanan dan suplai oksigen ke bayi juga bisa semakin menurun. Baik tidaknya kondisi bayi bisa dilihat dari kondisi plasentanya.

2. Air Ketuban Mulai Berkurang

Seiring mundurnya hari perkiraan lahir, air ketuban akan mulai berkurang. Warnanya pun akan makin keruh. Kondisi ketuban yang semakin sedikit dan keruh ini bisa memengaruhi proses persalinan kelak. Bila air ketuban yang keruh tersebut tertelan oleh bayi dalam proses persalinan, maka risikonya bisa cukup berbahaya.

 

 

3. Bayi Mengalami Pertumbuhan Berat Badan

Ilustrasi Ibu Hamil Minum Kopi (iStockphoto)
Ilustrasi. (iStockphoto)

Bayi yang lewat dari hari perkiraan lahirnya akan mengalami pertumbuhan berat badan. Tak jarang bayi akan lahir dengan berat badan yang besar pada kasus kehamilan yang sudah jauh melebihi hari perkiraan lahirnya.

4. Bayi Kekurangan Suplai Nutrisi dan Oksigen

Kondisi ini berkaitan dengan kondisi plasenta yang mengalami pengapuran dan air ketuban yang makin berkurang. Suplai nutrisi dan oksigen pada bayi bisa makin berkurang. Deposit kalsium juga bisa terjadi pada bayi karena tidak tercukupnya nutrisi dengan baik.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan USG untuk memastikan kondisi bayi dan perlu tidaknya melakukan tindakan untuk persalinan. Semoga kehamilan yang kita jalani saat ini bisa berjalan dengan lancar hingga persalinan tiba, ya.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓