Anak Dian Sastrowardoyo Idap Autisme, Kenali 7 Cirinya

Anisha Saktian Putri25 Agu 2019, 10:00 WIB
[Fimela] Dian Sastro

ringkasan

  • Penyintas Autisme Indonesia diprediksi 2,4 juta orang dengan pertambahan 500 orang per tahun
  • Ketujuh ciri anak dengan autisme terdapat pada anak pertama Dian Sastrowardoyo
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Asisten Deputi Anak Berkebutuhan Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) dalam rangka Hari Peduli Autisme di bulan April 2018 lalu disampaikan bahwa penyintas Autisme Indonesia diprediksi 2,4 juta orang dengan pertambahan 500 orang per tahun.

Angka ini adalah angka yang cukup besar apalagi masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenali dan memahami cara penanganan anak yang merupakan penyintas Autisme.

Autism spectrum disorder (ASD) sendiri merupakan serangkaian gangguan perkembangan saraf yang sebagian besar ditandai dengan gangguan fungsi sosial dan gangguan komunikasi.

Ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI), Gayatri Pamoedji sekaligus orang tua dari pemuda dengan autisme mengatakan, kunci utama dari suksesnya penanganan generasi muda dengan kebutuhan khusus (anak-anak dan dewasa muda dengan Autisme, ADHD, ADD dan Kesulitan Belajar) terletak pada informasi yang akurat, sarana pendidikan dan pelatihan tepat serta dukungan dari berbagai pihak, terutama kepada orang tua agar tidak putus asa.

“Dukungan dari masyarakat luas, dapat dilakukan semudah tidak menggunakan kata autis sebagai ejekan, mencari informasi lebih banyak tentang apa yang dibutuhkan generasi muda berkebutuhan khusus serta mendukung dan menghormati keunikan mereka,” ujarnya dalam acara Spekix di Jakarta.

Gejala Autisme

Autisme
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Gejala dapat mencakup fokus yang intens pada satu item, tidak responsif, kurang memahami isyarat sosial (seperti nada suara atau bahasa tubuh), gerakan berulang, atau melukai diri seperti memukul-mukul kepala. Kenali 7 ciri yang harus diwaspadai pada anak seperti dibawah ini, jika Anda menjawab ‘tidak’ terhadap minimal 2 dari pertanyaan di bawah maka perlu mengajak Anak ke ahli (psikolog/dokter tumbuh kembang/dokter anak) :

1. Apakah Anak memiliki ketertarikan pada anak-anak lain?

2. Apakah Anak menunjuk pada hal yang disukai?

3. Apakah Anak mau menatap mata Anda lebih dari 1-2 detik?

4. Apakah Anak mau meniru ucapan, ekspresi wajah ataupun gerak-gerik Anda?

5. Apakah Anak bereaksi ketika namanya dipanggil?

6. Apakah Anak mau melihat kearah benda yang Anda tunjuk?

7. Apakah Anak  pernah bermain pura-pura atau role play?

“Jika jawaban Tidak minial dua dari pertanyaan di atas, maka anak memiliki kemungkinan autisme. Lebih baik segara cek ke dokter tumbuh kembang anak atau dokter anak,” ujar Gayatri.

Ketujuh ciri tersebut pun terdapat pada anak pertama Dian Sastrowardoyo. Gayatri menyampaikan mengetahui gejala autisme pada anak sejak dini membantu anak mendapatkan penanganan yang tepat sehingga anak dapat memiliki hidup lebih baik dan mandiri.

Ragam informasi tentang Autisme juga disampai dalam acara Spekix 2019 yang bertujuan untuk mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan kepada generasi muda dengan kebutuhan khusus yang memiliki semangat dan bakat serta mampu menghasilkan karya yang luar biasa.

Lebih lanjut Gayatri Pamoedji menjelaskan, Selain menyediakan wadah yang memberikan informasi yang komprehensif, SPEKIX 2019 juga SPEKIX 2019 menampilkan hasil karya mereka, informasi terkini pendidikan dan kesehatan yang diperlukan generasi muda dengan kebutuhan khusus, juga kemungkinan lapangan kerja yang dapat dijajaki. Ketua Penyelenggara SPEKIX 2019, Dr Dotty Sutowo, menjelaskan, sebagai event tahunan, acara ini merupakan kelanjutan dari Program “Jakarta Ramah Autisme” yang pada 6 April 2013 dicanangkan oleh Bapak Ir Joko Widodo saat beliau menjabat sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Setelah berjalan lebih dari 5 tahun, di tahun 2019 ini program tersebut berkembang menjadi Program Indonesia Ramah Autisme.

“Kami mengajak semua pihak, untuk mendukung upaya kami menyetarakan hak dari generasi muda dengan kebutuhan khusus, agar campaign of awareness ini tidak hanya berhenti disini, tetapi tetap berlanjut hingga tahun-tahun yang akan datang. Pada akhirnya, acara ini bertujuan memberikan harapan dan memotivasi siapa saja untuk bersama-sama bertindak, menerima dan mendukung anak-anak berkebutuhan khusus,” tutupnya.

Simak video berikut

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓