7 Kelebihan dan Kekurangan Hamil di Usia 30an

Endah Wijayanti01 Sep 2019, 09:45 WIB
Diet ibu hamil

Fimela.com, Jakarta Berusia 30an dan baru berencana akan hamil atau punya anak untuk pertama kalinya, kita perlu mengumpulkan banyak informasi dan referensi yang bermanfaat. Sering kita mendengar bahwa hamil di usia 30an cukup berisiko. Meski begitu, pada kenyataannya banyak perempuan yang masih bisa memiliki anak bahkan hamil untuk pertama kalinya di usia 30 tahun ke atas.

Seperti yang dilansir dari momjunction.com, ada pro dan kontra mengenai hamil di usia 30an. Ada kelebihan dan kekurangan sendiri yang didapat bila hamil saat usia sudah kepala tiga. Berikut rangkuman infonya.

7 Kelebihan Hamil di Usia 30an

Hamil di usia 30an, ada beberapa kelebihan yang bisa didapat. Mulai dari kesiapan mental hingga fisik serta finansial.

1. Pada usia ini, bagi para perempuan karier, kita sudah memiliki karier yang lebih stabil.

2. Sudah stabil secara finansial dan bisa lebih mandiri.

3. Dapat mengatur kondisi keuangan rumah tangga dengan lebih baik.

4. Rencana untuk masa depan lebih konkret karena sudah memiliki fondasi hubungan yang kuat.

5. Di usia 30an, stamina masih bugar dan energik sehingga bisa menjaga kehamilan dengan lebih baik.

6. Kadar hormon perangsang folikel meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini bisa meningkatkan peluang untuk hamil anak kembar.

7. Mendapat berbagai pengalaman baru yang terasa lebih bermakna bersama suami.

 

 

7 Kekurangan Hamil di Usia 30an

Ilustrasi Ibu Hamil Minum Kopi (iStockphoto)
Ilustrasi. (iStockphoto)

Perlu juga memahami sejumlah kekurangan hamil di usia 30an. Sebab bila pada usia ini kita telah memiliki riwayat penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, maka penting untuk selalu memonitor kondisi kesehatan selama kehamilan dengan rutin.

1. Kualitas sel telur akan menurun begitu menginjak usia 30an.

2. Peluang untuk hamil tetap tinggi tapi tak seefektif saat masih berusia 20an.

3. Begitu sudah mencapai usia 35 tahun, peluang hamil semakin menurun.

4. Risiko keguguran lebih tinggi.

5. Hamil di atas usia 35 tahun berisiko mengalami sejumlah komplikasi seperti kehamilan etopik, previa plasenta, kelahiran prematur, dan bayi yang lahir dengan berat badan di bawah rata-rata.

6. Risiko melahirkan anak yang mengidap down syndrome meningkat jika usia ibu lebih dari 35 tahun.

7. Mengembalikan tubuh kembali normal setelah melahirkan akan terasa lebih sulit.

Pada dasarnya, hampir sama dengan kehamilan pada usia berapa pun, kita harus selalu berkonsultasi dan memeriksakan diri secara rutin ke bidan atau dokter kandungan. Bila ada komplikasi atau gejala komplikasi perlu selalu dimonitor demi kelancaran kehamilan hingga persalinan.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓