Plasenta Previa, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Endah Wijayanti02 Sep 2019, 13:45 WIB
Kehamilan

ringkasan

  • Penyebab plasenta previa adalah plasenta yang menempal di bagian bawah rahim
  • Tanda plasenta previa adalah perdarahan dari jalan lahir, warna merah terang, dan tidak disertai nyeri
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Pernah dengar istilah plasenta previa? Plasenta previa terjadi jika plasenta bayi menutupi jalan lahir rahim. Kondisi ini dapat terjadi di usia kehamilan tua.

Plasenta bayi bisa saja menutupi sebagian jalan lahir yang disebut plasenta previa partial dan bisa juga menutupi total jalan lahir yang disebut plasenta previa total. Dikutip dari buku 9 Bilan Menjalani Kehamilan dan Persalinan yang Sehat, plasenta previa bisa menimbulkan perdarahan yang cukup banyak saat persalinan dan sebelum persalinan. Perdarahan dapat terjadi karena letak plasenta yang tidak pada tempatnya.

Apa Penyebab Plasenta Previa?

Penyebab plasenta previa adalah plasenta yang menempal di bagian bawah rahim. Sementara pada sebagian besar kehamilan, letak plasenta menempel pada bagian atas rahim atau di samping rahim. Letak plasenta yang normal berada di bagian atas rongga rahim, sehingga saat persalinan ketika bayi telah lahir maka sekitar 15 menit kemudian plasenta baru akan lahir.

 

 

Apa Gejala Plasenta Previa?

nyeri ulu hati saat hamil
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Tanda plasenta previa adalah perdarahan dari jalan lahir, warna merah terang, dan tidak disertai nyeri yang biasanya terjadi di akhir trimester kdua atau memasuki trimester ketiga (sekitar 28 minggu ke atas). Untuk jumlah perdarahannya ini bisa bervariasi, kadang sedikit dan kadang banyak, serta sering berulang. Ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila terjadi perdarahan seperti ini.

Persalinan dengan Operasi Caesar

Setelah dipastikan ibu mengalami plasenta previa melalu pemeriksaan USG, maka bisa dipastikan persalinan harus melalui operasi caesar. Bila darah yang keluar begitu banyak, harus segera ke rumah sakit. Selain itu, pada kondisi hamil plasenta previa, ibu disarankan tak melakukan hubungan intim ketika usia kehamilan mencapai 30 minggu ke atas.

Memeriksakan diri secara rutin selama kehamilan sangatlah penting. Sehingga bila ada komplikasi atau indikasi masalah pada kehamilan bisa segera dicarikan solusi yang tepat.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓