Anak yang Melewatkan Sarapan Bisa Mengalami Penurunan Konsentrasi

Mimi Rohmitriasih09 Sep 2019, 13:45 WIB
anak makan

Fimela.com, Jakarta Sarapan merupakan hal yang sangat penting buat anak-anak hingga orang dewasa. Ketika ingin mendapatkan tubuh sehat dan bugar serta pikiran mengesankan, pastikan untuk tidak melewatkan sarapan di setiap paginya.

Para ahli percaya jika melewatkan sarapan bisa berbahaya bagi kesehatan. Melewatkan sarapan juga bisa menurunkan konsentrasi terutama untuk anak-anak.

Melansir dari laman Liputan6.com, anak-anak harus makan paling tidak dua jam setelah ia bangun tidur. Tak harus sarapan dengan makanan berat, sarapan dengan segelas susu, selembar roti dan selai atau semangkuk sereal sudah bisa membantu tumbuh kembang anak dengan baik. Ini juga bisa meningkatkan kecerdasan anak.

Anak yang Melewatkan Sarapan Konsentrasinya Menurun

anak susah makan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Netti Herawati, yang merupakan Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) sekaligus Guru Besar Gizi dan Pangan Universitas Riau mengatakan jika anak yang melewatkan sarapan akan mengalami penurunan konsentrasi. Mereka juga sangat mungkin kelelahan, tidak fokus dan rewel saat belajar maupun beraktivitas lainnya.

Netti menjelaskan, "Daya tangkap anak di sekolah anak sulit jika ia melewatkan sarapan. Sarapan sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ini penting untuk otak dan membentuk konsentrasinya."

Mengingat begitu pentingnya sarapan, usahakan agar membiaskan anak sarapan sejak usianya sedini mungkin. Semoga informasi ini bermanfaat.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓