FIMELA FEST 2019: Tantangan dan Trik Orangtua Membesarkan Anak di Era Digital

Meita Fajriana01 Nov 2019, 10:00 WIB
Ibu dan Anak

Fimela.com, Jakarta Di era digital seiring dengan perkembangan teknologi, peran orangtua saat membesarkan dan mendidik anak semakin penting. Tantangan demi tantangan harus dihadapi dan disikapi dengan bijak untuk tumbuh kembang anak yang lebih baik. Selain itu, pola asuh yang tepat akan membawa anak pada sifat-sifat yang menghantarkan mereka pada kesuksesan di masa depan.

Tidak dapat dipungkiri, perangkat pintar atau gadged ada dalam kehidupan anak-anak saat ini. Namun bukan berarti orangtua perlu menjauhkan mereka sepenuhnya dari kecanggihan teknologi. Padahal bisa saja teknologi membantu tumbuh kembang mereka dan menghantarkan pada kesuksesan.

Hanya saja, penggunaan teknologi pada anak perlu untuk diawasi dan dibatasi oleh orangtua. Seiring perkembangan teknologi digital, orangtua tidak bisa lagi memberlakukan pola asuh tradisional. Anak sudah mulai kreatif dan kritis. Mereka tidak bisa dilarang tanpa alasan yang jelas.

Sehingga dibutuhkan strategi dari orangtua untuk mengarahkan anak-anak mereka ke jalan yang benar dengan beradaptasi pada lingkungan dan teknologi saat ini yang terus berkembang. Berikut beberapa hal yang perlu kamu pahami untuk sukses membesarkan anak di era digital, seperti dilansir dari situs ThriveGlobal, Jumat (1/11/2019).

1. Kamu menjadi mentor, bukan hanya memantau

Jika kamu bersikap sebagai seorang bos dengan memata-matai setiap hal kecil yang dicari anak melalui Internet, hal ini tidak akan memberikan hasil yang baik. Anak bahkan bisa melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Untuk itu bukan hanya memantau, orangtua hendaknya ikut untuk mengajarkan pelajaran yang ingin diketahuinya, dan membimbing mereka sehingga mereka paham baik dan buruknya.

Semakin banyak tembok yang kita bangun, semakin banyak pula menciptakan peretas kecil yang hanya mencoba untuk mengatasi batasan dari orangtua. Butuh kerja sama sehingga anak merasa puas akan rasa keingintahuannya. Orangtua bisa menciptakan lingkungan agar anak-anak merasa nyaman berbicara tentang kegiatan digital mereka. Orangtua harus mengajarkan, menjadi mentor, dan percaya pada anak.

2. Teknologi adalah alat yang bertujuan

Tujuan dari teknologi tergantung pada bagaimana anak-anak menggunakannya. Remaja saat ini tidak dapat menahan diri untuk tidak menggunakan gadget dan internet, karena akan membuat mereka ketinggalan dalam lingkungan mereka. Sekolah membutuhkan penelitian, komunikasi digital, dan keterampilan komputer.

Kamu harus menjelaskan kepada anak, bahwa teknologi tidak dimaksudkan untuk hiburan semata, namun juga belajar. Namun, jika anak lebih banyak menghabiskan waktunya berselancar di dunia maya dan mempengaruhi kelompok sosialnya, orangtua harus segera melakukan pembatasan waktu penggunaan gadged.

 

3. Orangtua perlu mempelajari platformnya juga

Ibu dan Anak
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/paulaphoto

Kamu tidak dapat membimbing anak-anak, jika tidak tahu cara kerja teknologi. Dalam aspek ini, kamu dapat meminta bantuan mereka. Libatkan dirimu dalam kegiatan yang mereka lakukan sehingga kamu dapat memiliki pengalaman langsung dan akan tahu apa yang harus dikembangkan dan dihindari.

 

4. Penggunaan teknologi harus dari persetujuan orang tua

Ibu dan Anak
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Beberapa anak saat ini cenderung untuk menghormati otoritas orang tua mereka dalam hal-hal seperti melakukan pekerjaan rumah, menjadi siswa yang baik, dan pulang tepat waktu. Satu hal lagi yang perlu mereka mengerti adalah ketika akan menggunakan teknologi, harus meminta izin orangtua. Hal ini akan membuatmu bisa membesarkan anak dengan baik tanpa harus khawatir dengan perkembangan teknologi digital saat ini.

Fimela akan mengajakmu mengatahui lebih dalam tentang pola asuh anak dengan mindful parenting dalam gelaran FIMELA FEST 2019. Acara tahunan ini akan berlangsung pada tanggal 11-17 November 2019 di Gandaria City.

Akan hadir Melly Amaya Kiong dalam talkshow bertajuk "Menyiapkan Anak Menghadapi Era Modern”. Melly Amaya Kiong adalah praktisi mindful parenting yang telah menerbitkan beberapa buku tentang pola pengasuhan anak mengutamakan kedekatan emosional.

Ingin tahu lebih banyak tentang mindful parenting? Daftarkan dirimu segera di sini dan dapatkan kesempatan untuk hadir di FIMELA FEST 2019.

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓