Apakah Sindrom Anak Tunggal Memang Ada? Ini 5 Penjelasan Para Ahli

Annissa Wulan25 Nov 2019, 11:00 WIB
mencintai diri sendiri

Fimela.com, Jakarta Kamu pasti sering mendengar istilah anak tunggal, memberi selamat pada mereka yang tidak memiliki saudara karena bisa mendapatkan semua kasih sayang orangtua tanpa terbagi. Selain itu, ada juga stigma tentang anak tunggal yang suka memerintah, manja, tidak kenal kompromi, dan egois.

Namun, sebaiknya kamu ketahui lebih mendalam tentang fakta anak tunggal dari para ahli berikut ini, seperti dilansir dari purewow.com, Senin (25/11/2019). Apa kamu juga anak tunggal?

1. Mengetahui darimana asal stigma tentang anak tunggal

Banyak orang masih percaya tentang gagasan bahwa keluarga yang sempurna adalah mereka yang memiliki satu anak laki-laki dan satu anak perempuan, bahwa anak harus memiliki saudara kandung. Sedangkan sekarang, stigma ini telah dipatahkan dengan tren memiliki anak yang lebih sedikit lebih populer.

2. Anak tunggal tetap bisa mempelajari keterampilan sosial

Anak biasanya memiliki banyak waktu untuk mengasah keterampilan sosial mereka, seperti di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, atau dengan teman sebaya di luar rumah. Para ahli bahkan menegaskan bahwa memiliki saudara kandung memang penting, namun keterampilan sosial yang didapatkan tidak sesuai dengan yang terjadi di luar rumah atau lingkungan non keluarga.

3. Anak tunggal tidak akan merasa kesepian

Faktanya, waktu sendiri sangat penting dalam pembentukan kepribadian anak dan bahkan dapat mengarah pada karakteristik yang diinginkan agar anak bebas stres. Menurut penelitian, kesendirian dapat menimbulkan relaksasi dan mengurangi stres.

Selain itu, seiring bertambahnya usia, anak akan semakin terhubung dengan ponsel, media sosial, dan teman sebaya mereka. Dengan kata lain, anak tunggal cenderung tidak merasa kesepian karena interaksi-interaksi tersebut.

 

4. Keuntungan menjadi anak tunggal

Orangtua dan Anak
Ilustrasi orangtua dan anak/copyright shutterstock By Nuamfolio

Salah satu yang patut disyukuri dari status anak tunggal adalah tidak adanya persaingan antar saudara kandung. Hal ini memang tidak bisa dihindari dari sebuah keluarga, di mana kontak negatif pasti terjadi, bahkan memiliki dampak yang cukup lama. Anak tunggal juga cenderung tumbuh menjadi pribadi yang lebih kreatif dan memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa.

5. Stereotip tentang anak tunggal

Stereotip yang dimiliki orang-orang tentang anak tunggal sebenarnya lebih berkaitan dengan temperamen, daripada status itu sendiri. Beberapa anak tunggal memang dilahirkan dengan temperamen yang lebih sensitif, intens, dan reaktif, sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka cenderung memiliki reaksi yang lebih kuat, dan ini bisa muncul sebagai keegoisan.

Intinya, anak memiliki potensi untuk menjadi apapun dan ini tidak ada hubungannya dengan berapa banyak saudara yang mereka miliki atau tidak dimiliki. Pribadi anak akan terbentuk berdasarkan cara asuh orangtua mereka.

Saksikan video menarik setelah ini

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓