Ajarkan Anak Bijak untuk Kelola Sampah Sejak Dini

Anisha Saktian Putri28 Nov 2019, 11:30 WIB
[Fimela] Ilustrasi Pendidikan Anak

Fimela.com, Jakarta Masalah sampah plastik di Indonesia setiap tahunnya meningkat. Hal inilah yang membuat pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mendukung pembelajaran soal pengelolaan sampah di sekolah yang diinisiasi oleh Danone-Aqua.

Pembelajaran tersebut dimulai dengan meluncurkan buku panduan pengelolaan sampah untuk guru dan siswa sekolah dasar.

Dalam gerakan ini, AQUA berkomitmen untuk mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih bertanggung jawab dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya dengan mengedukasi publik mengenai pentingnya perilaku 3R, termasuk kepada anak usia sekolah.

Menurut Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Agung Kuswandono, peluncuran buku ini sejalan dengan Gerakan Indonesia Bersih yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak negatif dari sampah plastik. Gerakan Indonesia Bersih merupakan turunan dari Instruksi Presiden No. 12/2016 dan implementasi muatan Kemaritiman dalam Kurikulum 2013 yang mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih bersih.

“Kami sangat menghargai langkah proaktif Danone-AQUA, Universitas Indonesia, dan Yayasan Lentera Anak yang turut serta mendukung gerakan ini. Harapannya, materi-materi yang telah disusun bersama ini bisa diterapkan oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, bahkan dikembangkan lagi untuk jenjang pendidikan tingkat SMP dan SMA,” ujar nya saat ditemui di Jakarta.

Sampahku, Sebuah Buku Panduan Kelola Sampah untuk Anak

[Fimela] Ilustrasi Sampah Plasti di Laut
Ilustrasi Sampah Plastik di Laut | unsplash.com/@brian_yuri

Buku panduan berjudul Sampahku, Tanggung Jawabku akan diluncurkan ke 75 sekolah dari Sabang sampai Merauke. Buku panduan ini memegang peranan penting karena jumlah generasi muda di Indonesia mencapai 41% dari total populasi.

Sebuah angka yang menunjukkan besarnya potensi yang dapat membawa perubahan di masa depan. Buku panduan ini juga dikemas dengan pendekatan yang menyeluruh dan kreatif, serta memperhatikan konteks lokal. Materi buku mencakup pengetahuan terkait kategorisasi dan pemilahan sampah, serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi visual yang menarik dan media pembelajaran yang ramah anak, seperti lagu, poster warna-warni, dan permainan.

“#BijakBerplastik merupakan bagian dari upaya keberlanjutan Danone-AQUA yang menekankan kolaborasi multipihak. Melalui peluncuran buku panduan ini, kami selangkah lebih dekat dengan target kami untuk menyebarkan edukasi #BijakBerplastik kepada 100 juta orang pada tahun 2025,” ujar Presiden Direktur Danone-AQUA Corine Tap.

Guna memastikan semuanya sejalan dan dapat terintegrasi dengan muatan Kemaritiman dalam Kurikulum 2013, Kemendikbud turut terlibat dalam pembuatan dan peluncuran buku ini.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. H. Khamim, M.Pd., mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sadar bahwa pendidikan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk perilaku anak, termasuk dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Oleh karena itu, kami menyambut baik ajakan kolaborasi dari Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi, pihak swasta, maupun lembaga swadaya masyarakat, dalam upaya memajukan pendidikan tentang pelestarian lingkungan,” paparnya.

Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak juga memainkan peran penting dalam tahap penyusunan buku Sampahku, Tanggung Jawabku. Universitas Indonesia terlibat dalam mengembangkan materi pengayaan untuk guru, sementara Yayasan Lentera Anak terlibat dalam mengembangkan materi pembelajaran ramah anak. Gabungan materi komprehensif yang dihasilkan keduanya diharapkan dapat mendorong lebih banyak siswa sekolah dasar untuk menerapkan kebiasaan 3R dan berkontribusi dalam upaya menjadikan Indonesia lebih bersih.

Pada fase awal peluncuran buku ini, Danone-AQUA bersama Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak akan melakukan Training of Trainers (ToT) yang melibatkan 150 guru perwakilan 75 sekolah dari 20 provinsi di Indonesia.

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓