4 Fakta dan Mitos Seputar Melahirkan Caesar

Vinsensia Dianawanti09 Des 2019, 12:00 WIB
Melahirkan

Fimela.com, Jakarta Melahirkan menjadi sebuah momen berharga bagi seorang perempuan. Dengan melahirkan, seorang perempuan bisa merasakan keutuhan menjadi seorang ibu.

Selain dengan persalinan normal, seorang ibu bisa menjalani proses melahirkan caesar jika kondisi sang ibu tidak memungkinkan untuk melahirkan normal. Namun banyak mitos yang beredar seputar melahirkan caesar.

Berdasarkan siaran tertulis dari Alodokter, terdapat sejumlah fakta menarik dari mitos yang beredar seputar melahirkan caesar. Penasaran seperti faktanya?

1. Menunda proses menyusui dan bonding time dengan bayi

Anggapan ini tidaklah tepat. Saat melahirnya melalui operasi caesar, ada pemilihan metode pembiusan yang memungkin pemberian ASI baru bisa dilakukan setelah sang ibu sepenuhnya sadar. Sementara, jika sang ibu menggunakan bius sebagian atau epidural, sang bayi bisa langsung diletakkan di dada ibu untuk melakukan inisiasi menyusui dini seperti melahirkan secara normal.

Jika pada melahirkan normal, bayi diletakkan pada perut ibu untuk melakukan IMD. Sementara jika caesar, bayi akan diletakkan di dada. Melahirkan secara caesar juga tidak menghambat produksi ASI. Namun jika ASI masih sulit keluar, sang ibu bisa menggunakan pompa payudara.

2. Gagal menjadi ibu karena tidak merasakan sakitnya melahirkan

Tentu hal ini tidak benar karena baik melahirkan normal maupun caesar, ibu tetap merasakan sakit. Perbedaannya hanya jika melahirkan normal, rasa sakit dirasakan selama proses persalinan. Sementara pada melahirkan caesar, rasa sakitnya baru dirasakan setelah efek bius hilang. Bahkan ibu yang melahirkan caesar bisa mengalami rasa nyeri yang lebih lama.

 

3. Sekali caesar, akan selalu caesar

melahirkan
ilustrasi hamil/Photo by Christin Noelle on Unsplash

Jika tidak ada masalah kesehatan pada ibu maupun janin, ibu sangat memungkinkan melahirkan normal setelah melahirkan caesar di kelahiran anak sebelumnya. Namun sebaiknya ibu memperhatikan jarak kehamilan setelah operasi caesar sebelumnya. Dengan pertimbangan kondisi janin dan ibu, serta riwayat kesehatan ibu.

4. Bayi yang lahir caesar lebih rentan sakit

Tidak sepenuhnya salah mengingat bayi yang lahir secara caesar memang lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan. Terlebih jika proses persalinan dilakukan sebelum usia 39 minggu. Hal ini dikarenakan proses pematangan paru dan proses persalinan normal bisa membantu bayi mengeluarkan cairan dari paru-parunya.

Meski demikian, kondisi kesehatan masih perlu pertimbanga faktor lainnya. Seperti proses menyusui, imunisasi, hingga gaya dan pola hidup sehat yang dijalani sang bayi.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓