Tips Menyapih Anak agar Tak Lagi Menyusui

Mimi Rohmitriasih17 Des 2019, 17:15 WIB
Menyusui

Fimela.com, Jakarta Para ahli menyarankan agar Mom memberikan ASI eksklusif atau menyusui bayi hingga usianya mencapai 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, Mom boleh memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) demi mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Biasanya, ASI diberikan ke bayi sambil diberi makanan pendamping lain hingga bayi berusia 2 tahun.

Melansir dari laman webMD.com, ada beberapa tanda yang menunjukkan bayi siap berhenti menyusui atau disapih. Tanda tersebut adalah bayi sudah bisa duduk dengan kepala tehak dalam waktu lama, bayi membuka mulut saat diberi makanan atau saat ia melihat orang lain makan, berat badan bayi sudah mencapai dua kali lipat dari saat ia lahir dan bayi mampu mengoordinasikan mata, telinga dan tangannya dengan baik untuk memasukkan makanan ke mulutnya.

Tips Menyapih Anak

Menyusui
ilustrasi/copyright shutterstock.com

Sebenarnya, menyapih anak tergantung pada masing-masing Mom dan anak. Mom yang lebih tahu kapan buah hatinya siap disapih. Meski begitu, jika Mom ingin menyapih anak dengan segera, cobalah untuk memulainya dengan perlahan-lahan.

Buat Mom yang bekerja, kesibukan kerja bisa dimanfaatkan untuk memberikan ASI saat Mom sudah pulang kerja. Lama tidak memberikan ASI karena sibuk bekerja perlahan tapi pasti bisa membuat anak mau berhenti menyusui dengan sendirinya.

Menyapih anak juga bisa dimulai dengan menyapihnya di siang hari. Biasanya, anak akan lebih sering menyusui saat siang. Cobalah mengganti pemberian ASI dengan susu formula menggunakan botol susu atau cangkir. Ini tergantung pada kesukaan buah hati. Sebelum anak tidur, disarankan menidurkan anak tanpa menyusuinya secara bertahap. Ini akan membantu memudahkan Mom menyapih buah hati.

Itulah tips mudah menyapih buah hati agar berhenti menyusui. Meski cukup sulit, kegiatan menyapih ini harus tetap dilakukan dengan sabar dan penuh pengertian. Semoga bermanfaat.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓