Kriteria Kualitas Sperma yang Mampu Menghamili

Novi Nadya24 Feb 2020, 16:30 WIB
Hubungan Intim/Seks

ringkasan

  • Simak beberapa parameter dalam ilmu spermatologi untuk menentukan kualitas sperma
  • Di antaranya volume, konsentrasi, motilasi atau gerakannya dalam cairan, hingga morfologi atau bentuknya
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Sperma memang harus memiliki daya juang yang gigih untuk berhasil membuahi sel telur. Sebab itu sperma harus dalam kondisi prima, seperti apa kriteria kualitas sperma yang mampu menghamili?

Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Denpasar sekaligus dosen FK Udayana dr Oka Negara menjelaskan ada beberapa parameter dalam ilmu spermatologi untuk menentukan kualitas sperma. Di antaranya volume, konsentrasi, motilasi atau gerakannya dalam cairan, hingga morfologi atau bentuknya.

Hal tersebut bisa diketahui dengan melakukan analisis sperma untuk memastikan normal atau tidaknya sperma. Pemeriksaan analisis sperma menggunakan sampel semen atau cairan mani.

Air mani dengan jumlah sekitar 1,5-5,5 mm normalnya memiliki setidaknya 2 juta sel sperma. Selain mengandung sperma, air mani juga mangandung fruktosa, buffer, zat pembeku, pelumas, dan juga enzim.

Analisis sperma bisa dilihat lewat analisis Makroskopis, analisis Mikroskopis, dan Motilitas. Analisis makroskopis meliputi pemeriksaan volume, bau, warna, likuifaksi, dan viskositas.

Nilai rujukannya adalah volume air mani sama dengan atau di atas 2,0 ml. Cairan sperma yang keluar biasanya dengan konsistensi yang lebih kental atau sama dengan/di atas 2 cm.

"Salah satu penyebab sperma yang tidak normal adalah cairan sperma yang menggumpal dan membutuhkan waktu yang lama untuk mencair atau liquefaction lebih dari 60 menit," ujar dokter Oka. 

 

Pergerakan Sperma

Hubungan Intim/Seks
ilustrasi/copyright unsplash.com/Toa Heftiba

Sementara itu analisis sperma Mikroskopis meliputi penilaian konsentrasi dan jumlah sperma. Nilai rujukan konsentrasi sama dengan atau di atas 20, dinyatakan dalam satuan 106/mL. Sementara jumlah, sama dengan atau di atas 40, dinyatakan dalam satuan 106/ejakulat.

Analisis lainnya adalah menilai gerakan atau motilitas sperma. Sperma bergerak cepat dan maju lurus, normalnya adalah di atas atau sama dengan 50 persen.

"Semuanya akan menentukan fertilitasnya atau kemampuan spermatozoa untuk menghamili," jelas dr Oka Negara yang juga pengurus PKBI Bali pada fimela.com.

 

Simak video berikut ini

#ChangeMaker 

Lanjutkan Membaca ↓