Tips Merawat Bayi Prematur yang Perlu Diketahui

Gayuh Tri Pinjungwati21 Mar 2020, 18:15 WIB
bayi prematur

Fimela.com, Jakarta Kelahiran bayi biasanya merupakan saat yang menyenangkan. Namun, ketika si kecil terlahir prematur mungkin akan menjadi hal yang menyenangkan sekaligus mengkhawatirkan bagi sebagian besar orang tua. Bayi prematur jika dilahirkan sebelumĀ  minggu ke 37 dari kehamilan normal selama 40 minggu. Terkadang bayi prematur disebut "premies" karena mereka dilahirkan prematur.

Bayi yang lahir prematur kemungkinan akan membutuhkan perawatan khusus selama 2 tahun pertama. Ini terutama benar jika beratnya kurang dari 3 kg ketika mereka lahir. Tetapi orang tua dapat membantu bayi menjadi sehat, tumbuh, dan berkembang ketika membawanya pulang dari rumah sakit. Berikut ini beberapa tips untuk merawat bayi yang lahir prematur.

Sering Kontrol pada Dokter

Buatlah janji dengan dokter untuk membawa si kecil ke dokter dengan rutin setelah ia diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Secara berkala dokter akan memeriksa bayi untuk memastikan bahwa si kecil mengalami kenaikan berat badan dan mendiskusikan bagaimana keadaan bayi selama di rumah.

Konsultasikan Tentang Asupan untuk Bayi

ASI adalaha makanan bayi yang paling baik. Tetapi, jika bayi mengalami kesulitan menyusui, dokter mungkin dapat membantu memecahkan masalah ini. Atau mungkin dokter dapat merujuk untuk konsultasi laktasi. ASI dapat disusuri dari botol maupun dari payudara. Ini dapat dipompa dan disimpan jika Mom lebih suka memberi ASI dari botol. Ini bermanfaat jika orang tua jauh dari bayi karena kebutuhan perawatannya atau kerena kerja. Jika si kecil mengonsumsi susu formula alih-alih ASI, susu formula khusus mungkin diperlukan. Dokter mungkin akan menyarankan memberi vitamin dan zat besi pada bayi. Vitamin sering diberikan kepada bayi premature untuk membantu mereka tumbuh dan tetap sehat. Itu karena bayi prematur tidak memiliki zat besi sebanyak pada bayi yang lahir normal.

Perhatikan Tumbuh Kembang Bayi

Bayi prematur mungkin tidak tumbuh pada tingkat yang sama dengan bati cukup bulan selama 2 tahun pertama. Bayi prematur lebih kecil daripada bayi yang terlahir normal lainnya. Mereka biasanya mengejar bayi cukup bulan tepat waktu. Untuk mencatat pertumbuhan bayi, dokter dapat menggunakan grafik pertumbuhan khusus untuk bayi prematur. Ini mencakup hal-hal seperti tingkat aktivitas, duduk dan merangkak. Ini adalah hal-hal yang ingin diketahui dokter tentang semua bayi, bukan hanya bayi prematur.

Konsisten dengan Jadwal Makan Bayi

Kebanyakan bayi prematur membutuhkan 8 hingga 10 kali sehari. Jangan menunggu lebih dari 4 jam di antara waktu menyusui atau bayi mungkin mengalami dehidrasi. Enam hingga 8 popok basah sehari menunjukkan bahwa bayi mendapat cukup ASI atau susu formula.

Siapkan Makanan Padat

5 Resep MPASI ala Nusantara untuk Anak (Baby Foto/Shutterstock)
5 Resep MPASI ala Nusantara untuk Anak (Baby Foto/Shutterstock)

Kebanyakan dokter menyarankan untuk meberikan makanan padat bayi premature pada 4-6 bulan setelah tanggal kelahiran asli bayi (bukan tanggal lahir bayi). Bayi prematur tidak berkembang kemampuan menelan mereka. Jika si kecil memiliki masalah medis, dokter dapat merekomendasikan menu untuk si kecil secara khusus.

Periksa Penglihatan Bayi

Mata juling sering terjadi pada bayi premature daripada bayi cukup bulan. Istilah medis untuk kondisi ini adalah strabismus. Masalah ini biasanya hilang dengan sendirinya saat bayi tumbuh dan berkembang. Dokter mungkin akan membawa bayi pada dokter mata jika bayi memiliki masalah ini.

Periksa Pendengaran Bayi

Bayi prematur juga lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran dibandingkan bayi cukup bulan. Jika Mom melihat bayi seperti tidak mendengar, beri tahu dokter. Orang tua dapat memeriksakan pendengaran bayi dengan membuat suara di belakang atau di samping bayi.

Dapatkan Imunisasi

Imunisasi berikan kepda bayi prematur pada usia yang sama dengan bayi normal lainnya. Bayi mungkin perlu suntikan flu saat ia berusia 6 bulan. Bayi prematur lebih mudah sakit karena daya imunnya sangat rentan sekali. Bicarakan pada dokter tentang suntikan flu untuk seluruh keluarga. Ini dapat membantu melindungi bayi dari serangan flu dari keluarga.

Jika bayi terlahir prematur, ada hal-hal yang dapat memengaruhi kesehatan dan pembelajaran. Secara fisik, bayi yang lahir prematur mungkin perlu tinggal di rumah sakit selama beberapa minggu. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dokter untuk memantau secara berkala perkembangan bayi.

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓