12 Gejala Dehidrasi pada Ibu Hamil, Apa Saja?

Endah Wijayanti02 Apr 2020, 10:15 WIB
ibu hamil minum

Fimela.com, Jakarta Kita selalu disarankan untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan baik. Jangan sampai dehidrasi atau kekurangan cairan. Saat kehamilan, tubuh bisa lebih rentan mengalami dehidrasi.

Melansir momjunction.com, ibu hamil rentan mengalami dehidrasi karena morning sickness, diare, perubahan hormone, demam, dan olahraga yang membuat tubuh gampang berkeringat. Saat tubuh kita mengalami dehidrasi, kita akan mengalami sejumlah gejalanya.

Pada ibu hamil, gejala-gejala dehidrasi bisa meliputi beberapa hal ini.

Gejala-Gejala Dehidrasi

air putih
ilustrasi air putih/Photo by Daria Shevtsova from Pexels

1. Gejala yang paling awal dan kentara adalah rasa haus. Jangan mengabaikan kondisi tubuh saat merasa haus. Segera minum air putih, setidaknya minum satu gelas air putih per satu jam.

2. Kepala pusing. Biasanya saat berdiri, berlutut, atau membungkuk tiba-tiba merasa pusing. Hal ini terjadi karena tekanan darah yang menurun akibat dehidrasi.

3. Sakit kepala sebelah. Migrain juga bisa menjadi salah satu gejala dehidrasi.

4. Urin berwarna kuning pekat. Ketika buang air kecil lalu mendapati warna urin kuning pekat dan berbau menyengat, ini bisa jadi gejala dehidrasi. Urin yang berwarna lebih jernih dan terang adalah tanda tubuh sudah mendapat cukup cairan.

5. Mulut dan hidung terasa kering. Kulit yang terasa kering dan tidak elastis pun bisa jadi gejala dehidrasi.

6. Lidah bengkak dan bibir pecah-pecah.

7. Muntah dan mual yang berhubungan dengan sakit perut atau kram perut.

8. Tubuh terasa lemah.

9. Daya konsentrasi menurun.

10. Sembelit. Sulit buang air besar juga bisa jadi gejala dehidrasi.

11. Wasir.

12. Infeksi saluran kencing.

Jika dehidrasi disebabkan oleh morning sickness dan menyebabkan mual, kondisinya bisa cukup problematis. Saat mual, kita akan merasa enggan minum air tapi akibatnya malah akan membuat kita makin mual. Bila kondisi makin buruk, ibu hamil perlu dibawa ke rumah sakit dan diinfus agar cairan tubuh tetap terpenuhi.

Pada kehamilan trimester kedua dan ketiga, dehidrasi bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Untuk itu, memenuhi kebutuhan cairan tubuh sangatlah penting pada ibu hamil. Hindari minuman berkafein dan beralkohol. Lebih disarankan minum air putih, jus buah, dan sup hangat untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓
Silaturahome (Silaturahmi From Home) Day 1