5 Tips Mengajarkan Anak untuk Mendapatkan Kebahagiaan dan Kesuksesan dalam Hidup

Gayuh Tri Pinjungwati07 Jul 2020, 18:15 WIB
anak

Fimela.com, Jakarta Memberikan anak-anak kebahagiaan saat masa kecil membantu mereka untuk sukses dalam hidup. Membesarkan anak-anak yang bahagia bukan tentang memberi mereka kesenangan sesaat atau kepuasan langsung, justru sebaliknya. Anak-anak yang bahagia memiliki serangkaian keterampilan yang memungkinkan mereka keterampilan yang memungkinkan mereka menikmati kebahagiaan jangka panjang dalam hidup. Mereka dapat melewatkan kepuasan instan dalam upaya mencapai tujuan. Para orang tua dapat membantu anak mengembangkan keterampilan itu dengan membuat kebiasaan sehat seperti berikut ini.

Dorong Anak Bermain di Luar Rumah

Jangan meremehkan kekuatan bermain di luar. Berlari di atas rumput, memanjat pohon, duduk di ayunan, dan menggali tanah sangat baik untuk anak-anak. Studi menunjukkan aroma yang terkait dengan alam, seperti pohon pinus, rumput, dan tumbuhan lainnya dapat meningkatkan suasana hati anak. Jadi para orang tua dapat mendorong anak untuk membaca buku di luar. Berbaik di luar juga dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak-anak.  Selain itu, bermain di luar juga dapat meningkatkan empati, keterlibatan, dan pengendalian diri mereka yang merupakan bagian dari keterampilan sosial yang kritis.

Batasi Penggunaan Perangkat Digital

Anak mungkin bersikeras bahwa bermain video game berjam-jam membuatnya merasa bahagia. Tetapi terlalu banyak waktu menonton film atau video yang bukan seharusnya untuk anak-anak hanya akan mengganggu kesehatan psikolog anak. Remaja yang menghabiskan lebih sedikit waktu pada perangkat digital dan lebih banyak waktu untuk kegiatan lain seperti berolahraga, pekerjaan rumah, layanan keagamaan dan kegiatan pribadi lainnya lebih bahagia.

 Tetapkan batasan yang jelas penggunaan perangkat digital pada anak. Jika mereka memiliki smart phone, batasi aksesnya saat melakukan kegiatan keluarga, mengendari mobil, atau ketika bermain di luar. Tetapkan pula pedoman yang jelas berapa banyak waktu yang bisa dihabiskan menonton TV dan menggunakan komputer.

Berlatih Bersyukur

anak perempuan
ilustrasi anak bermain/Photo by Tanaphong Toochinda on Unsplash

Memasukkan rasa terima kasih dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu anak menjadi orang tua yang lebih bahagia dan lebih sehat. Rasa terima kasih membuat orang bersyukur dan menikmati hubungan yang lebih baik dan itu adalah salah satu kunci menjalani hidup yang lebih bahagia. Salah satu cara terbaik untuk membantu anak-anak menjadi benar-benar bersyukur adalah dengan memberikan rasa terima kasih. Nyatanya rasa terima kasih yang tulus yang dilakukan orang tua kepada orang lain akan mengajarkan anak untuk melakukana hal yang sama.

Memiliki Harapan

Harapan orang tua memiliki dampak besar pada kesediaan anak untuk orang tuanya untuk menantang dirinya sendiri. Anak-anak akan bekerja keras untuk memenuhi harapan orang tua selama harapan Mom masuk akal. Salah satu studi menunjukkan ketika orang tua memiliki harapan akademis yang tinggi terhadap anak, mereka akan melakukan yang lebih baik di sekolah dan mereka bertahan lebih lama pada tugas-tugas sulit. Harapan tinggi juga terkait dengan ketahanan sosial. Tetapi penting untuk dicatat bahwa Mom seharusnya tidak mengharapkan kesempurnaan. Mengharap anak menjadi sempurna dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mentalnya. Anak mungkin juga menyerah pada cita-citanya yang ditetapkan orang tua dengan standar yang terlalu tinggi.

Ajarkan Kontrol Diri

Orang dengan kontrol diri yang lebih baik, akan memiliki suasana hati yang baik pula. Mulailah untuk mengajarkan anak disiplin diri pada usia dini. Pada saat yang sama, ajari dia untuk mengontrol diri yang bisa membuatnya menjadi lebih mudah emosi.

Memberikan kebahagahiaan kepada anak tidak harus dengan cara yang instan. Semua tentunya memerlukan proses di mana para orang tua dapat melatih anak untuk mencapai kebahagiaan dengan melakukan beberapa hal kecil. Jangan terlalu memaksa anak terlalu keras, karena itu hanya akan membuat anak menjadi lebih keras kepala.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓